DLH akan Pasang CCTV di TPS Se-Kota Mataram

Ahmad Azhari Gufron.(Suara NTB/fit)

Mataram(Suara NTB) – Rencana DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Mataram yang akan memasang CCTV atau kamera pengintai di TPS yang ada di Kota Mataram, mendapat apresiasi dari kalangan Komisi III DPRD Kota Mataram. Menurut anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron, S.Si., pada prinsipnya inovasi yang direncanakan DLH Kota Mataram ini, sangat baik.

Hanya saja, lanjut Gufron, untuk pemasangan CCTV ini, anggarannya tidak tercantum dalam APBD Kota Mataram tahun anggaran 2020. ‘’Kami dalam proses pembahasan di Komisi III dengan Kadis (Kepala Dinas) LH sebelumnya, program tersebut belum tercantum,’’ ungkapnya kepada Suara NTB via WhatsApp, kemarin.

Karena pemasangan CCTV itu berkaitan dengan anggaran, Ketua Fraksi Amanah Bangsa DPRD Koata Mataram ini menyarankan kepada Kepala Dinas LH Kota Mataram yang baru agar mengkomunikasikan rencana ini kepada Komisi III selaku mitra kerja DLH. Dikatakan Gufron, program pesangan CCTV ini jelas tidak akan bisa dilaksanakan dalam tahun 2020 ini, mengingat program tersebut tidak tercantum dalam RKA (Rencana Kerja dan Anggaran).

‘’Bukan masalah besar atau kecilnya anggaran, tapi segala sesuatu program tersebut, dikomunikasikan dulu dengan dewan,’’ ucapnya. Menurut anggota Dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini, bahwa program pemasangan CCTV di TPS-TPS tentu ada positif dan negatifnya. ‘’Positifnya, sistem tata kelola sampah di Kota Mataram menjadi lebih baik,’’ katanya.

Sedangkan sisi negatif yang dikhawatirkan, sambung Gufron, jangan sampai perencanaan program pemasangan CCTV ini belum matang atau belum teruji, sehingga program itu menjadi sia-sia. Menurut politisi PAN ini, sebelum program pemasangan CCTV ini diterapkan, tidak ada salahnya DLH Kota Mataram studi banding ke daerah yang sudah melaksanakan pola tersebut.

Karena, Dewan tidak ingin pemasangan CCTV ini terkesan menjadi program coba- coba seperti yang sudah-sudah. Sebelum ke arah program CCTV, DLH Kota Mataram sebetulnya memiliki PR yang perlu menjadi pemikiran. ‘’Perlunya inovasi oleh kadis baru, untuk mengurangi jumlah volume sampah,’’ katanya. Selain itu, perlu juga dipikirkan kondisi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Regional yang hampir overload.

‘’Ini membutuhkan terobosan,’’ cetusnya. Gufron menyambut baik pemikiran Kadis LH yang berkeinginan mengubah sampah menjadi energi alternatif. ‘’Kita tunggu terobosannya,’’ imbuhnya. (fit)