Blangko E-KTP di Mataram Kosong

Petugas Dukcapil melayani warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan, Jumat, 17 Januari 2020. Sedikitnya dibutuhkan 12 ribu blangko untuk mengurangi penggunaan Suket pengganti KTP yang masih dipegang oleh warga. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Stok blangko kartu tanda penduduk (KTP) elektronik di Mataram kosong. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sedikitnya membutuhkan 12 ribu blangko. Surat keterangan (Suket) yang diterbitkan rentang bulan Juni – Agustus 2019 diganti dengan KTP.

Daftar antri pencetakan atau print record ready KTP elektronik di Kota Mataram, sampai saat ini mencapai 8.600. Suket print record ready atau belum KTP elektronik mencapai 12.198. Secara bertahap kata Kepala Dinas Dukcapil, Chaerul Anwar ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 17 Jnauari 2020, pihaknya mencetak perekaman pada periode bulan Juni – Agustus. Sehingga, jumlah daftar tunggu mencetak KTP elektronik berkurang.

Baca juga:  Tinta Tak Sesuai Kapasitas, Dinas Dukcapil Segera Panggil Rekanan

“Yang kita prioritaskan warga yang merekam di bulan Juni – Agustus. Caranya kita telepone mereka untuk mengambil KTP-nya,” kata Chaerul.

Blangko KTP diakui, masih langka. Kasus ini tidak saja terjadi di Kota Mataram, melainkan daerah lain se Indonesia mengalami hal sama. Untuk mengurangi penggunaan Suket setidaknya dibutuhkan 12 ribu blangko. Kondisi ini telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan pada Kementerian Dalam Negeri. Kemendagri masih mencari solusi untuk pemenuhan blangko di daerah. “Pokoknya kita butuh 12 ribu blangko,” sebutnya.

Baca juga:  Disidak Dewan, Dukcapil Lobar Curhat Kekurangan Puluhan Alat Rekam dan Cetak E KTP

Terkait dengan ketersediaan blangko di provinsi mencapai 280 ribu lebih, Chaerul belum mengetahui hal tersebut. Karena, belum ada informasi apapun dari pemerintah provinsi. Sepengetahuannya adalah, Pemprov NTB meminta data ke kabupaten/kota sebagai bahan evaluasi Menteri Dalam Negeri.

Baca juga:  Sembilan Ribu Warga Mataram Belum Punya E-KTP

Untuk pelayanan, pihaknya masih mengeluarkan Suket pengganti KTP elektronik. Stok blangko di Dukcapil masih kosong. Rencananya, Senin, 20 Januari 2020 akan mengambil dua ribu blangko ke Dirjen Adminduk Kemendagri. “Insya Allah, hari Senin staf saya berangkat mengambil sekitar dua ribu blangko,” ujarnya.

Dengan kelangkaan blangko itu, Chaerul mengimbau masyarakat mengerti kondisi tersebut. Pemerintah menjamin tidak ada upaya mempersulit warga untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara. Kelangkaan blangko menjadi masalah nasional. (cem)