Parkir Sembarangan, Dishub Kembali Gembok Ranmor

Dua kendaraan roda empat digembok Dishub, Senin, 30 Desember 2019 di ruas jalan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) jalan Pejanggik, Mataram. Larangan parkir di sepanjang ruas jalan tersebut tidak dihiraukan pengendara. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan Kota Mataram kembali menggembok tiga kendaraan roda empat di kawasan tertib lalu lintas (KTL) Jalan Pejanggik Mataram, Senin, 30 Desember 2019. Dishub tidak lagi memberikan toleransi kepada siapa saja yang dinilai melanggar aturan parkir di kawasan tertib lalu lintas (KTL).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M. Saleh mengatakan, pihaknya kerap melakukan penggembokan di ruas jalan depan Bank NTB dan di depan Taman Sangkareang Mataram. “Itu sebenarnya peringatan bagi semua. Kalau sudah digembok, kita arahkan saja langsung untuk ambil surat tilangnya ke Satlantas Polres Mataram. Kemudian dia bayar tilang, tinggal foto bukti bayar tilang lalu kirim ke nomor yang ada di stiker itu, baru kita buka gemboknya,” kata Saleh yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 30 Desember 2019.

Baca juga:  Target Retribusi Parkir di Mataram Naik 400 Persen

Kata Saleh, tata cara atau prosedur penilangan sudah diberitahukan di dalam stiker yang sudah ditempel saat penggembokan. Ada pun untuk pemilik kendaraan, diimbau mengikuti arahan dari Satlantas Polres Mataram. “Kalau mau cepat diproses tergantung dia segera ke Polres, untuk minta tanda tilang di sana,” jelasanya.

Untuk penindakan sendiri kata Saleh, Dishub Kota Mataram akan rutin melakukan penindakan sampai akhir tahun selama tidak ada acara insidentil dari Pemkot Mataram. “Kita akan rutin. Kita patroli dan kita juga siaga untuk kita lihat kondisinya,” katanya.

Baca juga:  Monumen Mataram Metro dan Tembolak akan Dihubungkan

“Kalau KTL ramai di Sangkareang dan ditutup dikawal polisi, untuk sementara boleh parkir di sana. Tetapi jangan coba-coba parkir depan BRI,” ujarnya. Bukan hanya itu, untuk di Jalan Pejanggik sendiri ujar Saleh, tidak ada alasan warga belum tahu jika jalan Pejanggik masuk dalam KTL kota Mataram.

Salah satu pelanggar yang terkena penggembokan, Syukri mengaku, selama ini ia tidak  mengetahui bahwa kawasan Jalan Pejanggik masuk dalam KTL Kota Mataram. Bukan hanya itu jelas Guru asal MAN 1 Mataram ini, tidak adanya sosialisasi terkait penggembokan juga membuatnya parkir di depan Taman Sangkareang.

Baca juga:  Tarif Retribusi Pasar di Kota Mataram Masih Jadi Polemik

“Tadi saya buru-buru karena harus mengurus perpanjangan SIM di Samsat yang ada di Sangkareang. Saya juga pertama kali parkir mobil di sini,” kata pemilik mobil Avanza hitam ini. Ia pun sempat akan parkir di dalam Taman Sangkareang. Namun karena penuh, maka Syukri memarkir kendaraannya di KTL depan Taman Sangkareang. (viq)