RTH Pagutan akan Jadi Objek Wisata Baru

Kondisi RTH Pagutan, Selasa, 14 Januari 2020. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Pagutan Timur belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Mataram menginginkan area RTH Pagutan menjadi destinasi  wisata baru di kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi kepada Suara NTB, Selasa, 14 Januari 2020 mengatakan, selama ini RTH Pagutan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Maka dari itu, pemkot akan mencoba mengembangkan wisata baru di sana.

“Itu sudah direncanakan. Pada Minggu kemarin kita sudah coba adakan kegiatan senam dan Sunday Music, dan itu lumayan yang datang. Karena, di situ suasananya sepi, adem, dan nyaman. Untuk sementara ini, target saya begaimana tempat ini (RTH) ramai dikunjungi orang dulu,” katanya.

Pembangunan RTH Pagutan menelan biaya yang tak sedikit. Harusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Denny menyayangkan jika lahan seluas kurang lebih 8 hektare itu tidak dimanfaatkan dengan serius oleh Pemkot Mataram.

“Kemarin beberapa orang menyapa saya, mereka takjub dan kaget sekali dengan kenyamanan dan keasrian di RTH Pagutan ini. RTH ini anggarannya besar, tetapi cenderung tidak dimanfaakan. Kita akan coba membuat acara di sana,” katanya.

Baca juga:  Minimnya Pasokan Air Bersih Hambat Investasi di Sekotong

Kepala Dispar kota Mataram yang baru menjabat selama satu minggu ini sudah menyusun beberapa schedule kegiatan yang dipusatkan di RTH Pagutan. Baik dari kegiatan senam pagi, Mataram Sunday Music akan coba dilakukansetiap minggu. Bukan hanya itu, rencana pemanfaatan RTH Pagutan ini juga, Dispar Kota Mataram akan mencoba memberdayakan pegiat instagram untuk mempromosikan kondisi di RTH Pagutan.

“Iya memang kita harus promosikan melalui medsos. Nanti kita akan coba berdayakan para pegiat instagramable yang ada di Mataram. Kita juga akan coba endors dan melakukan kerjasama dengan model-model yang ada di Mataram untuk melakukan promosi lewat akun media sosial mereka,” jelasnya.

Tak hanya itu lanjut Denny, Dispar Kota Mataram juga akan mecoba memberdayakan potensi dari terune dedare yang dimiliki oleh Kota Mataram untuk melakukan promosi terkait RTH Pagutan. Ia akan meminta kepada terune dedare kota Mataram untuk terus melakukan promosi kegiatan-kegiatan dari Dinas Pariwisata Kota Mataram.

“Intinya kita ajak kerjasama semuanya. Kita juga akan coba adakan kesenian tradisional di sana. Karena, beberapa sanggar di Mataram sudah mengatakan iya dan mau diajak bekerjasama untuk tampil nanti di RTH ini. Intinya semua kegiatan wisata sebisa mungkin kita pusatkan ke RTH Pagutan,” jelasnya.

Baca juga:  Ekowisata Tanjung Batu, Sajikan Beragam Sensasi Bagi Pengunjung

Pemusatan kegiatan wisata di RTH Pagutan itu bukan tanpa alasan. Menurut Denny, selama ini pusat kegiatan memang dilakukan di Taman Sangkareang. Padahal, kondisi Taman Sangkareang sudah kurang layak dan tidak representatif lagi untuk dijadikan lokasi kesenian dan agenda wisata di Mataram. Mengingat, kondisi Taman Sangkareang di sebelah kanan-kiri dan depan-belakang sudah dipenuhi oleh gedung.

“Kan di sana (Taman Sangkareang, red) pandangan kita terbatas, belum juga kondisi hawanya panas. Jadi saya malah merekomendasikan pemusatan kegiatan di RTH Pagutan. Memang kan sementara ini biaya yang kita akan siapkan belum bisa dihitung, kisaran biayanya tak sampai miliaranlah. Karena gambaran tentang biaya belum kita kemukakan,” katanya.

Pada pemusatan kegiatan di RTH Pagutan nanti, Dispar kota Mataram  akan mencoba mengajak beberapa EO (event organizer) untuk mengembangkan wisata baru itu.

Ia menargetkan, kegiatan yang dipusatkan di RTH Pagutan tersebut bisa menjadi destinasi wisata baru di Mataram. Bukan hanya itu, di RTH Pagutan juga, Dispar kota Mataram akan mencoba mengembangkan kegiatan outbond, pembangunan rumah pohon sebagai tempat selfie yang instagramable, agar bisa mendatangkan pengunjung. (viq)