Pengerjaan Proyek Pasar Cakranegara Disetop

ilustrasi Proyek Pasar Cakranegara. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan proyek pasar Cakranegara disetop. Rekanan tidak mampu melanjutkan pekerjaan sejak tanggal 1 Januari 2020 lalu. Padahal, pengerjaan proyek pasar Cakranegara meninggalkan pengerjaan hanya 11 persen.

“Padahal rekanan sudah diberi kesempatan sampai 31 Desember 2019 lalu. Batas awal pengerjaannya tanggal 16 Desember 2019. Pemkot coba berikan waktu sampai 50 hari ke depan, tapi ternyata, tangal 31 masih sisa progresnya 11 persen,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura, Selasa, 14 Januari 2020.

Sejak H-29 dari batas waktu yang diberikan kata Mahmuddin, sisa pengerjaan tinggal 20 persen. Ada pun sejak tanggal 16 Desember 2019 lalu, rekanan sudah membuat surat pernyataan untukmenyelesaikan pekerjaan sampai tanggal 31 Desember 2019. Akan tetapi, pengerjaan pasar Cakranegara tidak bisa dilanjutkan sejak tanggal 1-3 Januari 2020.

“Memang sejak tanggal 1-3 Januari 2020 itu, pengerjaan tidak dilakukan dan sudah di offname. Saat ini hanya tersisa 11 persen. Nah, kita mencoba memberikan kesempatan lagi waktu seminggu setelah tanggal 31 Desember untuk melihat progresnya. Tetapi dari tanggal 1-3 Januari itu rekanan tidak ada upaya untuk melanjutkan pekerjaannya,” pungkasnya.

Baca juga:  Oknum Mantan Anggota DPRD Lobar Berutang di Proyek Jalan

Kata Mahmuddin, penghentian pengerjaan proyek pasar Cakranegara memang atas permintaan rekanan. Sebab ternyata rekanan tidak bisa manfaatkan waktu yang diberikan dengan maksimal. Padahal kata Mahmuddin, seandainya pengerjaan bisa dikebut selama satu minggu, pengerjaan pasar Cakranegara semestinya bisa terselesaikan.

“Makanya tim pengawas pekerjaan untuk proyek Pasar Cakranegara menagambil keputuasan untuk menghentikan pengerjaan. Sisa 11 persen itu, uang bisa dikembalikan ke kas negara sebanyak Rp200 juta dari Rp1,8 miliar secara keseluruhan. Dan konsekuensi dari sisa pengerjaan itu, Pemkot memiliki tugas untuk melanjutkan pekerjaan yang bisa membebankan ABPD tahun 2020,” tukas Mahmuddin.

Pemkot Mataram tidak ingin kondisi pasar Cakranegara terbengkalai. Maka, Pemkot Mataram akan melihat kegiatan dan anggaran di Dinas Perdagangan Kota Mataram mana yang tidak terlalu urgen agar bisa dialihkan untuk melanjutkan pengerjaan proyek Pasar Cakranegara.

Baca juga:  Biayai Proyek Mangkrak, Pemkab Lobar Butuh Rp4 Miliar Lebih

“Kira-kira mana kegiatan di Disdag yang tidak urgen coba kita akan revisi untuk membiayai sisa Rp200 juta dari 11 persen pengerjaan pasar Cakra ini,” katanya.

Untuk kondisi pedagang di pasar Cakra sendiri kata Mahmuddin, Disdag kota Mataram sudah mengumpulkan semua pedangan diberi kesempatan untuk melanjutkan kegiatan berdagang. Karena, kodisi pasar Cakranegara sudah dapat ditempati kendati ada sisa proyek yang belum terselesaikan.

Ia menyebutkan, persoalan rekanan selama ini tidak mampu menyelesaikan pengerjaan karena rekanan tidak bisa mengatur strategi pegerjaan proyek sejak awal. Maka, hal itu menjadi evaluasi bagi Pemkot Mataram dan menjadi bahan pertimbangan untuk rekanan bisa mengerjakan proyek-proyek di Mataram. “Tentu ini menjadi pertimbangan, yang jelas dari tim pengadaan barang dan jasa ini jadi catatan kepada rekanan. Mungkin bisa saja diblacklist,” tutup Mahmuddin. (viq)