Jelang Akhir Tahun, Pemkot Mataram Kebut Pengerjaan Proyek

Ahyar Abduh (Suara NTB/dok)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Rekanan yang mengerjakan proyek fisik mulai dikebut pengerjaannya menjelang akhir masa kontrak. Kendati dikebut, rekanan diingatkan untuk tidak mengurangi kualitas pekerjaan.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku belum mengevaluasi sejauh mana pekerjaan fisik di masing – masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk pengerjaan Monumen Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan memiliki tingkat kesulitan lebih, dibandingkan pekerjaan konstruksi fisik lainnya.

‘’Memang monumen perlu kehati – hatian,’’ kata Walikota dikonfirmasi, Jumat, 13 Desember 2019.

Material pendukung pekerjaan 100 persen telah siap di lokasi. Kondisi cuaca seperti hujan disertai angin kencang menghambat pekerjaan. Walikota menegaskan, rekanan boleh saja kebut pekerjaan. Namun diingatkan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. ‘’Silakan dikebut asalkan tidak mengurangi kualitas,’’ katanya mengingatkan.

Proyek monumen yang dikerjakan dengan nilai kontrak Rp10,5 miliar lebih dari pagu anggaran Rp11 miliar berpotensi tidak selesai tepat waktu. Walikota menegaskan, jika pekerjaan terlambat maka rekanan dikenakan denda sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Miftahurrahman memprediksi pekerjaan fisik berpotensi molor adalah proyek monumen di Jalan Dr. Soedjono, Kelurahan Jempong Baru, Sekarbela. Diperkirakan hingga akhir kontrak 26 Desember sisa pekerjaan mencapai 7 – 10 persen. Kecuali, rekanan dapat mengejar dengan bekerja over time. “Kalau rekanan bisa mengejar, paling sisa pekerjaan sampai lima persen,” kata Miftah.

Dia memahami bahwa tingkat kesulitan pengerjaan monumen tersebut sangat tinggi. Rekanan harus berhati – hati mengerjakan terutama bagian pengelasan. Tantangannya adalah kondisi cuaca.

Belakangan ini hujan lebat dan angin kencang terjadi di Mataram. Sebagian pekerjaan adalah konstruksi baja, sehingga pekerja takut terjadi arus pendek aliran listrik. Namun demikian, material seperti mutiara telah tersedia di lokasi.

“Materi sudah ada. Tinggal dipasang saja,” tandasnya. Kalaupun terjadi keterlambatan kata dia, rekanan tetap dikenakan sanksi berupa denda sesuai sisa pekerjaan. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.