Trotoar KBC Dipercantik, Warga Diminta Ikut Menjaga

Nampak Bollard atau tiang-tiang di atas trotoar jalan Pejanggik di Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) yang diproyeksikan untuk pejalan kaki, Kamis, 12 Desember 2019. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Revitalisasi Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) menghabiskan anggaran Rp16 miliar. Baik pedestrian trotoar dan rekonstruksi KBC. Keberadaan Bollard atau tiang-tiang di atas trotoar di Jalan Pejanggik Cakranegara tersebut dikhususkan untuk melindungi pejalan kaki yang melintas di KBC.

Asisten II Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura menjelaskan, untuk lurah dan camat Cakranegara khususnya perlu melakukan sosialisasi terkait fungsi Bollard atau tiang-tiang tersebut.

“Kita sudah imbau ke lurah dan camat yang akan sosialisasikan fungsi Bollard itu. Dulu kan yang dipasang beton. Sekarang ada Bollard, jadi dipercantik modelnya,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 12 Desember 2019.

Baca juga:  Parkir Sembarangan, Dishub Kembali Gembok Ranmor

Dinilai Mahmuddin, keberadaan Bollard tersebut menjadi barang baru di mata masyarakat. Terkadang kata dia, barang baru sulit bertahan lama.

“Untuk itu pengawasan jadi penting, yang jelas pengelolaannya diserahkan ke Pemkot Mataram, mudah-mudahan masyarakat mau menjaga dengan baik. Terutama ini diperuntukkan untuk pejalan kaki,” jelasnya.

Berdasarkan UU nomor 22 tahun 2009 tetang LLAJ Pasal 45 ayat 1 poin (a) bawasanya fasilitas penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan meliputi bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung. Baik berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lainnya.

“Bollard setinggi kurang-lebih 150 cm ini berfungsi sebagai tiang pembatas jalan dan trotoar,” kata Mahmuddin. Ada pun untuk motor dan grobak tidak boleh lagi berada di atas trotoar KBC.

Baca juga:  Pemkot Untung Rp15 Miliar dari PJU

Selain Bollard tadi, guiding block tersebut disediakan khusus untuk pejalan kaki penyandang difabel. Untuk desain Bollard juga memang diperuntukkan lebih ramah kepada penyandang difabel.Dengan memberikan ruang khusus yang dapat dilewati kursi roda bagi penyandang difabel di KBC Mataram.

“Itu kita upayakan untuk semua masyarakat ikut menjaga barang baru ini (Bollaard, red). Jangan sampai kita sudah bangun baik-baik tapi ini tidak terjaga. Setelah selesai revitalisasi ini, kawasan ini akan lebih cantik,” tutup Mahmuddin. (viq)