Pemkot akan Rehab 910 RTLH

Deretan rumah warga tidak layak huni di daerah bantaran sungai di kelurahan Gomong, Selasa (10/12). Penghuni rumah tampak memastikan air sungai tidak meluap saat hujan turun Selasa sore kemarin. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram sedang mendata secara elektronik jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) di Mataram. Pada tahun 2020 mendatang, Pemkot Mataram memperoleh dana untuk rehabilitasi untuk 910 RTLH.

Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, sampai saat ini, melalui ERTLH Disperkim Kota Mataram terus berupaya memperbaharui data RTLH di Mataram. Masyarakat akan diberikan bantuan pembangunan jika rumahnya tidak memenuhi syarat. “Berapa data yang masuk itu yang akan diberikan nanti setelah diverifikasi. Ini juga tergantung kecepatan kita dalam melakukan pendataan di lapangan,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 10 Desember 2019.

Bukan hanya itu, Disperkim Kota Mataram juga mengajak semua lurah untuk membantu Disperkim mendata mana rumah masyakaat yang rusak. “Kita kan keterbatasan tenaga. Untuk itu perlu ada dukungan lurah, pak kaling, dan camat,” jelas Kemal.

Untuk pendataan kata Kemal, Disperkim Kota Mataram sudah berjalan. Disperkim Kota Mataram juga mengajak, semua kader di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk mendata. “Kita kerjasama dengan kader KB. Banyak juga rumah kader KB yang rusak, itu juga harus diperhatikan,” jelasnya.

“Kita tidak boleh ego sektoral di sini. Kita juga berupaya perhatikan rumah kader KB agar bisa perbaiki,” jelas Kemal. Kemal pun berharap, jumlah bantuan untuk RTLH tahun 2020 bisa capai angka 910 rumah. “Mudah-mudahan saja, kalau bisa lebih. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk RTLH ini. Untuk satu rumah kan mendapat Rp17,5 juta,” paparnya. Nanti, dana Rp17,5 juta itu akan diproyeksikan Rp15 juta biaya material dan Rp2,5 juta untuk ongkos tukang. (viq)