Monumen Air Mancur Perempatan Karang Jangkong akan Direnovasi

Pengendara melintas di simpang empat monumen air mancur di Karang Jangkong, Mataram, Jumat, 6 Desember 2019. Monumen  ini akan direnovasi tahun 2020 mendatang. Sejak dibangun 15 tahun lalu, monumen itu tidak pernah tersentuh perbaikan. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman kota Mataram akan merenovasi menumen Air Mancur di Perempatan Karang Jangkong Mataram pada tahun 2020 mendatang. Selama 15 tahun lamanya, monumen Air Mancur tersebut tidak pernah direnovasi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, monumen itu dulu dibangun dengan dana terbatas.

“Dulu, monumen itu kita bangun dengan segala kemampuan dan kekurangan saat itu. Ada pun monumen itu dikerjakan dengan gaya standar, pipanya masih di atas. Jadi, kalau ada yang usil, itu kan bisa saja dipotong (pipanya),” jelas Kemal kepada Suara NTB, Jumat, 6 Desember 2019.

Baca juga:  Jembatan Darurat Putus, PUPR NTB Bergerak Cepat

Bukan hanya itu, Pemkot Mataram juga mengeluarkan biaya pemeliharaan Monumen Air Mancur itu cukup tinggi per tahun nya. Pemkot Mataram mengeluarkan biaya pemeliharaan sebesarRp50 juta per tahun.  “Kalau 4 tahun kan itu sudah Rp200 juta. Jadi perlulah kita perbaiki sekali,” paparnya.

Dikatakan Kemal, rencana renovasi tersebut, Disperkim Kota Mataram akan melihat desain baru untuk Monumen Air Mancur tersebut. Kemal akan meminta kepada rekanan yang ingin mendesain sesuai yang diinginkan masyarakat Kota Mataram. ”Kalau ada rekanan yang mau desain. Tinggal kita pilih mana yang kira-kira sesuai kondisi kota Mataram, dan sesuai dengan apa yang menjadi penglihatan masyarakat Mataram,” ujar Kemal.

Baca juga:  Jembatan Darurat Tampes Putus, Akses Transportasi Lumpuh

Monumen Air Mancur ini kata Kemal, sangat wajar diperbaiki. Pasalnya, monumen ini adalah satu-satunya ikon air mancur yang berada di tengah kota Mataram. “Biayanya kan hanya Rp200 juta. Kita hanya mau memperindah. Masak mau baik tapi selalu kita menghitung nilai (biaya, red),” sesalnya.

Dari anggaran pembatalan pembangunan kantor Walikota Mataram, Disperkim Kota Mataram kecipratan anggaran sebasarRp3,4 miliar. “Anggaran itu kita pakaiRp2,5 miliar untuk meterisasi dan perbaikan monumen ini. Seharusnya kan kita benahi kota ini dengan konsep yang lebih bagus. Salah satunya merenovasi monumen ini,” tutup Kemal. (viq)