TPS Liar di Mataram Terus Bertambah

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah di pinggir ruas jalan dekat Polda NTB, Minggu (1/12). Produksi sampah penduduk kota selalu melimpah, bahkan tidak tertampung oleh kontainer yang disiapkan pemkot di TPS. Akibatnya TPS liar terus bertambah di setiap sudut kota. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar di Mataram terus bertambah. Keadaan itu membuat wajah kota Mataram kumuh. Untuk itu, Pemerintah Kota Mataram akan menertibkan TPS-TPS liar di Mataram.

Dengan kekuatan 312 petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram dan 45 pengawas yang tersebar di 6 kecamatan Mataram, Pemkot  tengah berupaya menertibkan TPS-TPS liar itu. “Kurang lebih 500 orang pekerja kebersihan DLH akan dioptimalkan. Yang selalu menjadi kendala adalah masih banyaknya TPS liar,” kata Asisten II Setda Kota Mataram sekaligus Plt Kepala DLH kota Mataram, H. Mahmuddin Tura, Sabtu, 30 November 2019.

Selama ini ujar Mahmuddin, Pemkot Mataram sudah melakukan penyisiran di semua wilayah kota Mataram. Pemkot Mataram pun masih menemukan banyaknya TPS liar yang kerap dijadikan tempat membuang sampah.

Ada pun untuk menertibkan TPS liar ini jelas Mahmuddin, DLH kota Mataram telah berupaya menambah peralatan seperti dump truck, Mobil Pres sampah (convector). Penambahan mobil ini jelas Mahmuddin akan diproyeksikan juga untuk mengoptimalkan masalah kebersihan di Mataram. “Pengadaan mobil penyapu jalan itu dipending dulu. Karena harga yang terlalu mahal sekitar Rp3,8 miliar,” imbuhnya.

Dikatakan Mahmuddin, selama ini percepatan masalah penanggulangan sampah di Mataram masih stagnan. Untuk melakukan percepatan penanganan, ia pun mengajak anggotan dewan dengan dana Pokir (pokok pikiran) untuk pengadaan roda tiga di masing-masing lingkungan. “Kita akan ajak dewan juga untuk beli roda tiga. Karena masih kurang di masing-masing lingkungan,” jelasnya.

Dari 37 total kendaraan truk sampah DLH kata Mahmuddin, yang aktif 32 unit. Untuk mobil Amrol sendiri sebanyak 19 unit dan satu unitnya rusak berat. “Jumlah kendaraan sampah ini totalnya 50 unit yang beroperasi. Tapi ada penambahan 3 unit untuk mobil sedot tinja,” imbuh Mahmuddin.

“Dengan penambahan ini, jelas akan ada peningkatan penanggulangan sampah dan TPS liar. Karena sampai saat ini banyak dari TPS liar daripada dari TPS legal. Dari TPS legal ini, semuanya belum optimal menjadikan bak sampah. Dari itu nanti dengan adanya penambahan Sarpras ini akan dioptimalkan,” jelasnya.

Dari jadwal pembuangan sampah yang disepakati kata Mahmuddin, kerap masyarakat tidak mematuhinya. Artinya, jadwal pembuangan sampah itu harus disepakati juga. Konsepnya tidak ada sampah siang hari. “Buanglah sampah pada tempatnya. Kemudian juga jangan lagi buang sampah ke sungai,” pintanya.

Dari anggaran pembatalan kantor walikota Mataram Rp60 miliar tersebut, DLH kota Mataram mendapat kecipratan bantuan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Nanti ujar Mahmuddin, anggaran Rp3,5 miliar tersebut akan digunakan untuk pengoptimalan masalah sampah di Mataram. Baik pembelian Sarpras dan penambahan jumlah armada kebersihan untuk menanggulangi marakanya TPS liar di Mataram. “Yang jelas nanti TPS liar ini akan ditertibkan,” tutupnya. (viq)