Penerimaan CPNS, Standar Nilai ‘’Passing Grade’’ Turun

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada BKPSDM Kota Mataram, H. Ahmad Mujahidin menunjukkan aplikasi CPNS yang memantau jumlah pelamar yang telah mengisi formulir dan mengunduh dokumen persyaratan CPNS, Rabu, 13 November 2019. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) bisa bernafas lega. Standar nilai passing grade (ambang batas) seleksi kompetensi dasar (SKD) turun.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin menyampaikan, pemerintah pusat menurunkan standar nilai ambang batas seleksi kompetensi bidang oleh pemerintah pusat. Untuk standar nilai tes kepribadian standar dari 143 menjadi 126. Tes Wawasan Kebangsaan dari 75 menjadi 65. Sementara, Tes Integensi Umum (TIU) standar nilainya tetap seperti tahun 2018 lalu.

Baca juga:  Calo CPNSD Gentayangan, Lapor ke Posko BKD

“Nilainya ini kembali seperti seleksi CPNS tahun 2014 lalu,” kata Muja ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 13 November 2019. Meskipun standar nilai turun, pelamar perlu mempersiapkan diri. Dengan turunnya nilai paling tidak ada peluang memenuhi syarat. Apalagi dengan perkembangan teknologi sekarang ini banyak modul atau contoh – contoh soal yang bisa digunakan untuk melatih kemampuan diri.

Dikatakan Muja, walaupun peluang pelamar banyak memenuhi syarat. Tetapi tetap menggunakan sistem peringkat. Sebagai contoh, jika di satu instansi dibutuhkan satu formasi. Artinya, ada tiga orang yang memiliki nilai tertinggi mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Pelamar yang lulus SKB nilainya akan diintegrasikan dari SKD dan SKB. “Misalnya, di rumah sakit membutuhkan 10 formasi perawat. Maka akan dicari 30 orang untuk mengikuti SKB,” jelasnya.

Baca juga:  Ini 102 Formasi CPNS Pemprov NTB yang Belum Ada Pelamar

Muja menambahkan, sejak pembukaan pendaftaran secara resmi melalui situs SSCN pada Selasa (12/11) pukul 00.01 Wita hingga pukul 13.19 Wita Rabu, 13 November 2019 yang sudah mengisi formulir 124 pelamar. Dan, yang mengunduh berkas 38 pelamar. Jumlah pelamar setiap jam akan bertambah tergantung dari kemudahan masyarakat mengakses serta mengunduh dokumen persyaratan. (cem)