Lewat Reses, Nyayu Ernawati Rangkul Semua Kalangan

Nyayu Ernawati, S.Sos., foto bersama masyarakat saat reses di Dapil Ampenan

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., melakukan kegiatan reses (penyerapan aspirasi masyarakat) di daerah pemilihan Ampenan, tanggal 6 – 11 November 2019. Dalam reses perdana setelah duduk kembali sebagai anggota DPRD Kota Mataram, Erna merangkul semua kalangan dan mendengarkan apa yang menjadi suara masyarakat.

Reses itu berlangsung di beberapa titik di Kecamatan Ampenan. Seperti di Lingkungan Sintung, Kampung Melayu dan Kampung Banjar. Beragam aspirasi masyarakat yang mengemuka dalam kegiatan tatap muka anggota dewan dengan masyarakat itu. Antara lain, masyarakat di Kampung Melayu menyampaikan bahwa masyarakat di sana membutuhkan PJU (Penerangan Jalan Umum).

Pada malam hari, sejumlah ruas jalan lingkungan di Kampung Melayu, minim penerangan. Sehingga, masyarakat sangat mendambakan adanya PJU. Di titik yang lain, kelompok ibu-ibu berharap adanya bantuan peralatan hidroponik. Erna juga mencatat keluhan dari ibu-ibu yang notabene istri buruh nelayan. Mereka mengeluhkan bahwa mereka tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Mereka berharap pelatihan kerja untuk pemberdayaan perempuan ditingkatkan.

Padahal, mereka terkategori tidak mampu. Tidak itu saja, pelayanan kesehatan bagi masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan juga tidak luput dari sorotan masyarakat. Adalah Nengah Padmi dari Lingkungan Karang Ujung mengkritisi pelayanan di fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun RSUD Kota Mataram dinilai masih kurang baik.

Pada bagian lain, adapula masyarakat yang meminta difasilitasi pelatihan memandikan jenazah. Baiq Nuril yang juga hadir dalam reses anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PDI Perjuangan ini, menyuarakan perlunya dilakukan sosialisasi pendampingan psikologis terhadap perempuan-perempuan yang mendapat perlakuan pelecehan seksual.

Gawi, konstituen berkebutuhan khusus memanfaatkan ajang reses Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram ini sebagai wadah menyampaikan aspirasinya. ‘’Agar pada saat ujian, soalnya tidak dibacakan, melainkan disiapkan soal dalam bentuk huruf Braille,’’ katanya. Gawi mengatakan, soal yang dibacakan saat ujian membuat dirinya tidak leluasa berfikir.

Sementara itu di Melayu Bangsal, ternyata masih banyak masyarakat yang tidak punya jamban. Sehingga mau tidak mau, perilaku buang air besar sembarangan masih terjadi. Keluhan nelayan di Pondok Perasi juga menjadi atensi Erna. Nelayan Pondok Perasi dilarang memarkir sampan mereka di Senggigi.

Menanggapi aspirasi masyarakat yang mengemuka dalam reses itu, Erna berkomitmen membantu masyarakat mewujudkan aspirasi mereka melalui pokir Dewan. Erna memastikan sejumlah usulan masyarakat dalam reses itu sudah tercover dalam pokir miliknya untuk tahun anggaran 2020.

‘’Seperti bantuan hidropinik ini, semua anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan menganggarkan. Jadi kita bantu senilai Rp500 juta untuk 500 orang,’’ sebutnya menjawab Suara NTB. Menurut Erna, bantuan hidroponik ini sangat berprospek membantu masyarakat meningkatkan perekenomian keluarganya. Apalagi ragam sayur maupun buah yang dikembangkan dengan teknik hidpronik mempunyai pangsa pasar yang jelas.

‘’Ini nanti bisa mengisi gerai-gerai pasar modern,’’ cetusnya. Erna yang pada periode 2009 – 2014 pernah menjadi anggota Dewan, sepakat dengan aspirasi masyarakat bahwasanya perlu dilakukan penertiban warnet maupun game online. Keberadaan usaha ini dianggap sudah meresahkan masyarakat. ‘’Karena di jam-jam belajar atau mengaji, seharusnya anak-anak ada di rumah, justru mereka ada di warnet sesalnya.

Bantuan fasilitas kebersihan juga menjadi perhatian serius Erna. Baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan pantai dan sungai. ‘’Kelompok remaja masjid juga kita berikan bantuan kendaraan roda tiga untuk sarana pendukung,’’ ucapnya. Erna juga menganggarkan pengadaan stiker. Stiker ini akan ditempelkan di rumah-rumah yang menjadi penerima bantuan.

‘’Nanti datanya akan diverifikasi, apakah mereka benar-benar layak mendapat bantuan atau tidak. Jadi penempelan stiker ini bertujuan agar pemberian bantuan tidak salah sasaran,’’ demikian Erna. Karena berkaca dari bantuan gempa, banyak warga korban gempa yang didata oleh pemerintah namun tidak kunjung mendapat bantuan.

Untuk itu Erna berharap kehadirannya sebagai wakil rakyat, dapat membantu menjawab persoalan di masyarakat. (fit/*)