Antisipasi Kebutuhan Maulid, Pemkot Datangkan 50 Ton Daging

Ilustrasi Daging Sapi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram mendatangkan 50 ton daging sapi dan daging ayam beku dari Jakarta dan Surabaya. Langkah ini sebagai antisipasi tingginya kebutuhan konsumsi daging menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain memasukkan daging beku, kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli ditemui Rabu, November 2019, pihaknya juga telah menandatangani surat memberikan izin masuknya 150 ekor sapi dari Pulau Sumbawa. Sejauh ini, kebutuhan daging sapi meningkat 20 persen karena banyaknya permintaan di pasar.

“Hari ini sudah datang sekitar 15 ton,”  ucapnya.

Langkah mendatangkan daging beku sebagai antisipasi pemerintah untuk menjaga harga. Tetapi pemerintah tidak bisa menjaga harga psikologis di tengah masyarakat. Biasanya, daging yang datang pada pagi hari langsung diserbu oleh masyarakat. Otomatis harga akan melonjak.

Baca juga:  Setelah Maulid, Disdag NTB Antisipasi Lonjakan Harga

Di satu sisi, pemerintah tetap melakukan pengawasan melalui pengendalian lewat stok serta pengawasan di rumah potong hewan (RPH). Di samping itu juga, pengawasan rutin di pasar mengecek apakah daging beku disimpan dalam coldbox atau tidak. “Yang tidak bisa kita kendalikan itu harga psikologis,” akunya.

Untuk harga daging sapi lokal hari ini (kemarin,red) posisi Rp135 ribu/kg. Sedangkan, daging ayam mulai merangkak dari Rp45 ribu/kg menjadi Rp49 ribu/kg.

Baca juga:  Setelah Maulid, Disdag NTB Antisipasi Lonjakan Harga

Meskipun demikian, naiknya harga daging ini Dinas Pertanian belum melihat adanya pelanggaran. Sepanjang pedagang menjual dengan harga pantas dan wajar dinilai tidak masalah. “Kecuali menjual dengan harga tinggi baru ditegur,” tambahnya.

Ketersediaan daging ayam maupun sapi masih aman. Hanya saja sambung Mutawalli, tidak diketahui di mana letak tersangkutnya daging yang didatangkan tersebut. Di satu sisi, pengepul sendiri yang menentukan harga.  Masyarakat diharapkan tidak panik dengan membeli daging dalam jumlah besar. Pedagang juga diingatkan agar tidak menaikkan harga di luar ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. (cem)