Proyek Ram Baja RSUD Kota Mataram, Perbaiki Spek Dulu, Baru Serah Terima

Pengunjung melewati ram baja gedung ruang operasi RSUD Kota Mataram, Senin, 4 November 2019 kemarin. Proyek ini dalam pengawalan TP4D Kejari Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Serah terima awal proyek ram baja dan pondasi beton gedung ruang operasi RSUD Kota Mataram terpaksa ditunda. Rekanan proyek senilai Rp889,5 juta itu diminta memperbaiki spesifikasi pekerjaan. Meskipun kekurangannya hanya 0,1 persen.

“Itu memang cuma sedikit. Sebenarnya sudah hampir selesai, 99 persen lah. Kita minta perbaikan di sambungan bajanya,” ungkap Kasi Intelijen Kejari Mataram, Agus Taufikurrahman, Senin, 4 November 2019 kemarin.

Proyek tersebut dalam pengawalan TP4D Kejari Mataram. Perbaikan itu, imbuh dia, menanggapi rekanan CV Cakra Buana Entebe yang meminta serah terima awal atau provisional handover (PHO). Namun evaluasi menunjukkan adanya pemasangan baut baja yang belum dilakukan.

Baca juga:  Bupati Harapkan TP4D Tidak Cabut Pendampingan Puskesmas Ropang

“Sambungan-sambungan bajanya itu awalnya cuma dilas saja. Nah itu kita minta dia pasang bautnya dulu. TP4D menyarankan tunda PHO sampai kekurangan pekerjaannya itu dipenuhi,” jelasnya.

Kekurangan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi tersebut, jelasnya, berkaitan dengan pemasangan material baut yang jumlahnya mencapai 2.000 lebih. Menurut TP4D, baut yang dipasang tidak dikerjakan sesuai standarisasi bangunan.

Karena ada kekurangan pekerjaan tersebut, pihak kontraktor pelaksana tidak hanya diminta untuk melakukan perbaikan. Akibat adanya kekurangan pekerjaan itu, kontraktor pelaksana juga turut dibebankan denda.

“Jadi karena ada kekurangan pekerjaan itu, mereka dikenakan denda. Mereka jalan mengerjakan itu dengan denda,” tegas Agus. Proyek itu seharusnya selesai pada 23 Oktober lalu.

Baca juga:  Pengerjaan Proyek di Mataram Dikebut

Pantauan koran ini, proyek tersebut berada di gedung belakang rumah sakit. Ram baja itu menghubungkan tiga lantai gedung. Salah satunya menghubungkan ruang operasi.

Ram baja berwarna kombinasi cokelat krem itu belum difungsikan. Pengunjung dan petugas rumah sakit masih menggunakan tangga dan lift. Plang proyek masih terpampang. Baut-baut tampak sudah terpasang.

Proyek ram baja itu dibiayai APBD Kota Mataram tahun 2019. CV Cakra Buana Entebe memenangi proyek itu dengan harga penawaran Rp889,5 juta dari pagu anggaran Rp900 juta. (why)