Masyarakat Diingatkan Jangan Percaya Calo

Ahmad Mujahiddin (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Para pencari kerja mulai sekarang segera mempersiapkan persyaratan. Pasalnya, Pemkot Mataram akan segera membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kendati demikian, pelamar diingatkan jangan mudah tergiur dengan janji manis calo.

Jatah formasi yang diterima oleh Pemkot Mataram pada seleksi CPNS tahun ini bertambah dari tahun 2018 lalu yakni 275 dari usulan 300 formasi. Dominan yang dibutuhkan adalah tenaga pendidik sebanyak 177, berikutnya 76 tenaga kesehatan dan 22 tenaga teknis.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin menyampaikan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan pengumuman nomor B/1069/M.SM.01.00/2019 tanggal 28 Oktober. Salah satu bunyi pengumuman tersebut adalah mengingatkan agar para calon pelamar berhati – hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan berkaitan dengan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil.

Dalam proses seleksi tidak ada satupun orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan. “Dalam pengumuman dari MenpanRB itu sudah jelas,” kata Muja ditemui, Rabu, 30 Oktober 2019.

Proses seleksi kompetensi dasar (SKD) maupun seleksi kompetensi bidang (SKB) menggunakan computer assisted test (CAT). Sistem ini dirancang menjamin bahwa proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabilitas.

Artinya, pelamar yang memiliki kompetensi terbaiklah nantinya akan memenuhi passing grade. Hasilnya pun dapat langsung dilihat. “Yang memiliki kompetensi terbaiklah yang akan lulus,”ujarnya.

Pelamar yang memiliki sertifikat pendidik sambung Muja, memang dalam Peraturan MenpanRB diperbolehkan tidak mengikuti SKB. Akan tetapi, sertifikat dimiliki itu diverifikasi kembali, apakah sesuai dengan kompetensinya atau tidak.

Pelamar terutama tenaga pendidik yang telah mengikuti UKG memiliki peluang lulus karena memiliki nilai maksimum 100. Namun demikian, pelamar tersebut harus mengikuti SKD dan memenuhi passing grade.

“Walaupun ada sertifikatnya, kita verifikasi kembali,” tandasnya. Muja menambahkan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan janji calo akan disosialisasikan dan umumkan melalui website. Tahapan pendaftaran akan dimulai tanggal 11 November. Dan, pelaksanaan SKD pada bulan Februari 2020 dan SKD di bulan Maret. (cem)