Pemkot Mutasi 82 Pejabat

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh melantik 82 pejabat eselon II,III dan IV di Lingkup Pemkot Mataram, Rabu, 30 Oktober 2019. (Suara NTB/cem)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 82 pejabat eselon II, III dan IV dimutasi Pemkot Mataram, Rabu, 30 Oktober 2019. Salah satu pejabat digeser yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Irwan Rahadi ditempatkan sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengisi jabatan ditinggalkan Drs. Cokorda Sudira Muliarsa pensiun akhir Agustus lalu.

Pejabat lainnya, Sekretaris Dinas Sosial, Dra. Luh Putu Sari Savitri digeser menjadi Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan menggantikan posisi Hj. Sri Yuliastuti Mulawardani yang menempati posisi baru sebagai Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Sementara, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Gusti Ayu Sri Mahakamiati digeser sebagai Sekretaris Dinas Sosial.

Kepala Bidang Pembinaan, Layanan, Pemanfaatan dan Jasa Kearsipan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Hj. Darini digeser menjadi Kepala Bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja menggantikan Mamluatul Chair menempati posisi baru sebagai Kepala Bidang Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM. Leni Oktavia sebelumnya sebagai Kepala Bidang Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM digeser sebagai Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan, Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial.

Selain itu, Lurah Mandalika, Nasruddin digeser sebagai Kepala Seksi di Dinas Pemadam Kebakaran. Jabatan Lurah Mandalika diisi oleh Yusuf yang sebelumnya sebagai Kepala Seksi di Dinas Perhubungan.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, mutasi pejabat adalah hal biasa sebagai bentuk penyegaran terhadap pejabat. Salah satunya adalah Kadis Lingkungan Hidup, Irwah Rahadi digeser sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pergeseran di internal LH karena banyak tugas berat yang harus dikerjakan. Bukan berarti pergantian pimpinan yang mengurus kebersihan kota tidak mampu menangani sampah.

“Kalau masalah gagal itu saya yang menilai. Urusannya ada di saya,” kata Walikota ditemui usai pelantikan.

Beberapa jabatan lainnya juga sifatnya mengisi kekosongan. Pengisian jabatan lowong konsekuensinya adalah ada pejabat yang dipromosi terutama di kelurahan. Terutama di kelurahan akan mengelola anggaran cukup besar dari dana alokasi umum (DAU) tambahan dan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Hal ini dinilai cukup berat, sehingga membutuhkan pejabat yang betul – betul kompeten.

Di satu sisi tegas dia, pergeseran pejabat eselon IV terutama lurah sebagai bentuk hukuman. Dia menginginkan pejabat di Pemkot Mataram betul – betul bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sungguh agar bekerja dengan baik. “Iya, saya ingin pejabat ini bekerja dengan baik,” tegasnya.

Akan Dipansel

Dari hasil pergeseran hari ini (kemarin, red) kata Kepala Badan Pengembangan dan Aparatur Sipil Negara (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati akan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipi Negara (KASN). Laporan mutasi akan dilengkapi dengan dokumen analisis jabatan dan analisis beban kerja. Setelah itu, baru meminta rekomendasi untuk pelaksanaan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Kita lengkapi administrasi dulu. Karena banyak yang harus kita persiapkan untuk diserahkan ke KASN,” kata Nelly. Berdasarkan arahan pejabat pembina sambung Nelly, enam jabatan yakni Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pariwisata, Staf Ahli dan Satuan Polisi Pamong Praja bakal dipansel.

Pejabat yang ditunjuk berdasarkan hasil pansel akan diisi mana yang sebelumnya kosong. Sedangkan, masih terisi menunggu pejabat sebelumnya purnatugas. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.