Rekrutmen P3K Dibuka Awal 2020

Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat telah mentransfer gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) ke kas daerah. Alokasi anggaran dikirim melebihi dari proyeksi anggaran dibutuhkan. Kemungkinan rekrutmen P3K dibuka awal tahun 2020 atau menunggu rekrutmen calon pegawai negeri sipil berakhir.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati dikonfirmasi pekan kemarin mengatakan, dana alokasi umum (DAU) tambahan yang ditransfer oleh pemerintah pusat ke kas Pemkot Mataram sekitar Rp9,3 miliar. Angggaran ini dikhususkan untuk membayar gaji P3K yang telah lulus awal tahun 2019.

Jika dihitung – hitung kebutuhan anggaran untuk menggaji 60 P3K beserta tunjangannya diprediksi menghabiskan anggaran Rp3,6 miliar. Artinya, ada selisih anggaran Rp6 miliar lebih di kas daerah. Kelebihan anggaran itu dinilai sebagai signal bahwa pemerintah pusat akan merekrut kembali P3K. “Per 1 Januari baru dimulai P3K karena anggarannya sudah masuk. Arttinya, ada rekrutmen kembali,” tegasnya.

Kepastian jadwal perekrutan P3K belum diketahui pasti. Kemungkinan kata Nelly, menunggu rekrutmen CPNS berakhir. Pemerintah pusat dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi akan mengeluarkan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis untuk tahapan rekrutmen P3K.

Dari hasil seleksi tahap pertama sekitar 60 peserta dari kategori dua (K2) mengikuti seleksi. Pemkot Mataram memperjuangkan agar semua peserta diakomodir oleh pemerintah pusat.

Sementara, formasi CPNS yang diterima dari pemerintah pusat 275 dari 300 formasi yang diusulkan. Formasi ini terdiri dari 177 tenaga pendidikan, 76 tenaga kesehatan dan 22 tenaga teknis.

Selanjutnya, formasi yang diperoleh akan dibahas kembali dengan satuan kerja perangkat daerah, karena ada beberapa kualifikasi yang tidak pas sesuai usulan sehingga perlu dikoreksi kembali. “Kita mau rapat koordinasi lagi dan rapat dengan Menpan RB,” kata Nelly.

Tahapan rekrutmen CPNS masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara. Pihaknya akan mengoreksi sesuai usulan yang pernah diberikan. Setelah itu, baru diumumkan ke publik.

Untuk pelaksanaan tes, sambung Nelly, rencananya dilaksanakan di tahun 2020 mendatang. Anggaran pelaksanaan tidak lagi dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melainkan dibebankan ke anggaran daerah (APBD). Sementara, tahapan penerimaan administrasi pendaftaran dimulai tanggal 25 Oktober.

Nelly mengatakan, hasil rapat dengan Pemerintah Provinsi NTB, masing – masing kabupaten/kota melaporkan lokasi atau titik seleksi kompetensi dasar (SKD). Pemkot Mataram rencananya menggunakan SMKN 3 Mataram sebagai lokasi tes. Dari segi ketersediaan peralatan memenuhi space dibutuhkan. Komputer dimiliki berjumlah 110 unit. Jika diasumsikan pelamar 7 ribu orang seperti tahun lalu, kemungkinan bisa dengan tiga sesi dan pelaksanaan seleksinya selama 15 hari.

Penunjukan tempat masih dikoordinasikan apakah penggunaannya diperbolehkan dengan cara sewa kelola atau tidak. “Ini yang akan kita komunikasikan dengan Balap,” ucapnya. Jadwal SKD diusahakan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa. Kemungkinan tes dimulai di bulan Februari di masa siswa libur semester. (cem)