Pemkot akan Rehab Monumen Perahu Layar di Pantai Ampenan

Seorang bocah melompat ke laut dari monumen perahu layar di pantai Ampenan, saat sejumlah pengunjung menyaksikan matahari terbenam (sunset), Rabu (23/10). Sore. Pemkot akan memperbaiki monumen perahu layar ini, dan kelak tidak diperbolehkan lagi pengunjung untuk menaiki monumen tersebut. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram akan memperbaiki monumen perahu layar di pantai Ampenan awal November 2019 mendatang. Pemkot Mataram menyiapkan dana sebesar Rp50 juta dari anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) tahun 2019.

Ditemui di ruangannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura mengatakan, perbaikan monumen perahu layar di pantai Ampenan tersebut sudah dianggarakan Pemkot Mataram dan menjadi urusan Bidang Cipta Karya selaku pemilik kegiatan di dinas PUPR kota Mataram. “Informasinya akan dikerjakan awal November 2019, nilai untuk perbaikannyamencapai Rp50 juta,” katanya, Rabu, 23 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, setelah perbaikan nanti, pengawasan monumen perahu layar tersebut akan diperketat Pemkot. “Artinya kita tidak bisa salahkan 100 persen masyarakat kita, pengurus teknis nanti akan memperketat pengawasan di sana,” jelas Mahmuddin.

“Tapi memang wajar sudah rusak (monumen) ini, apalagi itu posisinnya di laut. Nanti kita akan pakai bahan dari logam (galvanis) itu, seperti spandek. Agar tidak cepat rusak,” jelasnya.

Perbaikan itu kata Mahmudin, akan diproyeksikan ke layar dan pemasangan lampu pada monumen tersebut. “Kita tidak akan perbaiki rangkanya karena masih utuh. Yang diganti hanya layarnya saja, alhamdulillah tidak semuanya rusak. Anggaran itu dari APBD-P,” paparnya.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp50 juta itu sangat wajar. Karena, perbaikan monumen perahu layar tersebut berada di tengah laut. “Bahannya tidak mahal, tapi karena posisi pekerjaannya di laut itulah yang buat mahal,” jelasnya. (viq)