Tindak Tegas Pemotongan Ilegal

Zaitun (Suara NTB/fit)

WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Zaitun, SH., mengapresiasi langkah Dinas Pertanian Kota Mataram bersama aparat keamanan melakukan sidak pemotongan hewan diduga ilegal di Lingkungan Gubuk Mamben, Kelurahan Karang Pule, dini hari. ‘’Langkah itu sudah bagus karena meneruskan laporan masyarakat,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di Mataram, kemarin.

Apalagi, dalam sidak itu, lanjut Zaitun, petugas menemukan bukti bahwa memang benar ada pemotongan hewan pada malam hari dan dilakukan di luar RPH. Untuk itu dia menyarankan Pemkot Mataram melalui Dinas Pertanian dan aparat keamanan menindaklanjuti hasil sidak tersebut dengan cara melakukan penyelidikan.

‘’Apakah hewan yang dipotong tersebut adalah milik sah atau tidak. Dan apakah kondisinya sehat atau sakit. Jika terbukti hewan yang dipotong tersebut tidak jelas pemiliknya dan atau sakit, maka harus dilakukan proses hukum terhadap pelakunya,’’ terang politisi Golkar ini. Bagaimanapun, lanjut dia, tindakan tersebut merugikan orang lain.

Zaitun berharap, sanksinya jangan sekedar penebusan daging yang disita. Sebab, sanksi seperti itu tidak akan memeberikan efek jera. ‘’Dan Polisi

harus menjadikan daging bukti sidak tersebut sebagai bukti pemula adanya kecurigaan kanapa harus dilakukan pemotongan pada malam hari di luar RPH. Karena bisa saja hewan atau sapi yang dipotong itu ada hal yang tidak beres. Bisa karena sakit atau bisa dari  hasil curian. Harus ditelusuri,’’ kata anggota Dewan dua periode ini.

Terlebih sidak itu dilakukan atas dasar laporan masyarakat. ‘’Artinya, ada masyarakat yang keberatan dan melapor,’’ cetusnya. Anggota dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini mendorong Dinas pertanian bersama Kepolisian mengambil langkah tegas. Disamping untuk menjaga kesehatan, kemanan, populasi ternak di Kota Mataram, juga untuk menjaga harga daging di pasaran.

‘’Nanti kalau sudah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian ditemukan perbuatan melawan hukum, maka pelakunya harus diproses pidana. Karena bisa saja sapi yang dipotong gelap dari semua sisinya. Dari asal usul pemilikannya tidak jelas. Bisa saja hasil curian, izinnya tidak ada. Tidak ada pemeriksaan dan waktu pemotongannya pada malam hari dan polisi pasti tahu kok,’’ pungkasnya. (fit)