Distan Sidak Stok Daging Sapi di Distributor

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli di dampingi Kepala Bidang Peternakan drh. H. Diyan Riyatmoko saat meninjau persedian stok daging sapi dan ayam beku di salah satu distributor di Kota Mataram. (Suara NTB/ist)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap stok daging di tingkat distributor. Sidak ini tindaklanjut dari inspeksi sebelumnya untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang perayaan maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Sebagai gambaran dari hasil sidak di UD. 88 disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli, Senin, 21 Oktober 2019 bahwa stok daging sapi sudah mulai berkurang. Seperti daging sapi tersisa 4 ton dan daging ayam beku 20 ton. Stok ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama seminggu. “Iya, memang stok mulai berkurang,” kata Mutawalli.

Diperkirakan kebutuhan daging sapi maupun ayam pada perayaan maulid akan meningkat drastis. Langkah selanjutnya untuk memenuhi permintaan pasar akan didatangkan daging sapi dari Jakarta sebanyak 21 ton dan 50 ton daging ayam. Tidak menutup kemungkinan distributor lainnya juga diminta untuk mendatangkan daging sapi dan ayam untuk memenuhi permintaan di pasar.

Mutawalli memperkirakan kebutuhan daging sapi beku pada saat maulid mencapai 50 – 60 ton. Dan daging ayam sekitar 100 ton. “Pasti ada peningkatan dari hari biasanya,” tandasnya.

Berkurangnya stok daging di pasar jelas mempengaruhi harga. Saat ini sambungnya, harga daging beku mulai naik. Dari sebelumnya Rp90 ribu/kg menjadi Rp125 ribu/kg. Demikian pula, dengan harga daging ayam broiler naik menjadi Rp42 ribu/kg. Padahal di tingkat agen harga ayam Rp31 ribu/kg dan daging beku Rp65 ribu – Rp76 ribu/kg.  Sementara, untuk daging lokal Rp110 ribu/kg.

Masyarakat diminta tidak panik dan membeli daging sesuai kebutuhan. Di samping itu, pedagang juga tidak menaikan harga terlalu tinggi. (cem/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.