Pemkot Wacanakan Bangun TPA Sendiri

 Mohan Roliskana (Suara NTB/viq)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah kota Mataram mewacanakan pengadaan tempat pembuang akhir (TPA) sampah khusus Kota Mataram. Wacana tersebut sudah dibahas antara Pemkot dengan DPRD Kota Mataram.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, wacana pengadaan TPA sampah regional khusus kota Mataram sudah disampaikan juga di DPRD. “Memang harus ada kita punya TPA sendiri untuk sampah ini,” katanya, Jumat, 18 Oktober 2019.

Selama ini ujar Mohan, TPA sampah regional di Kebon Kongok Lombok Barat tersebut masih dimanfaatkan oleh Pemkot Mataram dan Lobar. “Selama ini Kebon Kongok masih akan kita manfaatkan secara maksimal. Akan tetapi ini kita antisipasi juga,” ujarnya.

Terbakarnya TPA sampah regional di Kebon Kongok itu ujar Mohan, dari hasil rapat kemarin, Pemkot tetap mengantisipasi misalnya, TPA Kebon Kongok belum bisa teratasi sampai satu atau dua hari ke depan, Pemkot sudah menyiapkan TPS sementara di Kebon Talo. Mohan menilai, jika TPS sementara di Kebon Talo, belum bisa juga menampung sampah dari Kota Mataram, Pemkot akan siap mencari alternatif lain. “Solusi atau alternatifnya untuk pembuangan sementara di Tanjung Karang, sudah kita siapkan. Ini solusi jangka pendek dulu,” ujarnya.

Kata Mohan, Pemkot Mataram sudah melakukan komunikasi dengan pemprov. Sampai saat ini lanjut Mohan, Pemkot bersama semua pihak masih fokus pemadaman. “Sehingga kami berharap proses pemadaman ini cepat selesai, kemudian kita bisa lagi memanfaatkan itu tanpa ada masalah-masalah lain yang mengikuti persoalan ini,” jelas Mohan.

Dari hari Minggu sejak terbakarnya TPA ini, Pemkot Mataram sudah bersama-sama pihak Pemda Lobar melakukan pemadaman. Beberapa unit Damkar sampai hari ini terus bekerja untuk melakukan pemadaman tersebut. “Kemarin kabarnya mereda, titik apinya sudah mulai mereda,” papar Mohan.

Selain wacana pengadaan TPA sampah regional, Pemkot juga sudah mewacanakan pengadaan mesin penghancur sampah. “Tapi kita lihat dulu, sementara ini sudah ada pemanfaatan secara bersama di Kebon Kongok, saya pikir itulah atensi kita selama masih bisa membuang ke sana,” katanya.

Ia pun menjelaskan, pengadaan mesin penghancur sampah tersebut merupakan terobosan yang bersifat teknologi. “Sebaiknya di situ yang (kita pikirkan) yang memungkinkan saja dulu,” tambahnya. (viq)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.