Fasilitas Wisata di Loang Baloq Rusak

Beberapa fasilitas di Taman Loang Baloq dan pantai Ampenan rusak, Minggu, 13 Oktober 2019. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Fasilitas umum (fasum) di beberapa destinasi wisata Kota Mataram agaknya sudah mulai tak terurus. Beberapa di antara fasum tersebut telah rusak, seperti toilet dan tempat bermain anak. Hal itu membuat pengunjung tempat-tempat wisata tersebut tidak nyaman.

Kondisi fasilitas umum di destinasi wisata Loang Baloq dan Pantai Ampenan, misalnya, memerlukan perhatian serius. Baik tolitet, kamar mandi, mushala dan tempat bermain anak. Pantauan Suara NTB, ke kedua tempat wisata tersebut ditemukan banyak faslitas umum yang memerlukan perhatian serius dalam mengelolanya. Baik di taman wisata Loang Baloq dan Pantai Ampenan.

Wardan (24) wisatawan lokal asal Dompu yang ditemui Suara NTB di Taman Loang Balok, Minggu, 13 Oktober 2019, mengatakan fasilitas umum seperti toilet, kamar mandi dan mushala perlu dikelola dengan baik. Ada beberapa toilet di Taman Wisata Loang Baloq kotor dan bau.

“Alhamdulillah kamar mandinya masih berfungsi, akan tetapi masih memerlukan perhatian pemerintah. Itu kan ada kamar mandi yang kotor dan bau. Ada juga kamar mandi yang sengaja dikunci. Entah alasannya apa,” kata Wardan.

Baca juga:  Ironi Ikon Wisata Dunia, Gili Trawangan Tak Punya Toilet Representatif

Berbeda dengan Wardan, penjaga Taman Wisata Loang Baloq, Gazali mengatakan, setiap hari wisatawan yang berkunjung ke Loang Baloq mencapai 400 orang. Katanya, pada hari libur, jumlah wisatawan ke Taman Loang Baloq mencapai seribu pengunjung. “Untuk masuk, wisatawan bayar Rp3.000 saja. Nah kalau ke kamar mandi bayar Rp2.000, ” katanya.

Uang dari bayar kamar mandi itu kata Gazali, dibagi ke semua petugas pengelola Taman Wisata Loang Baloq. Dari 9 jumlah kamar mandi di Loang Baloq masih

berfungsi. Akan tetapi selama ini, uang hasil pungutan dari biaya sewa kamar mandi itu tidak disetor untuk pengelolaan. “Uang itu kalau dapat banyak dibagai dengan petugas yang lain,” katanya.

Berbeda dengan kondisi fasilitas umum di Pantai Ampenan, 11 toilet di Pantai Ampenan hanya enam toilet yang berfungsi normal. Lima di antaranya dalam kondisi buruk, satu di antaranya tidak dapat digunakan sama sekali.

Siti Aisah, penjaga toilet di Pantai Ampenan tersebut mengatakan, dari lima toilet di sebelah utara ini, dua toilet sengaja ditutup demi menjaga kebersihan dan kondisi toilet tersebut. “Iya, memang sengaja ditutup. Untuk menjaga kondisi toilet. Tapi iya gitulah, kadang yang gunakan toilet ini kan tidak menjaganya,” katanya.

Baca juga:  NTB Targetkan Jutaan Wisatawan dari Kapal Pesiar

Camat Ampenan, Muzakkir Walad mengatakan, memang empat toilet di ujung utara Pantai Ampenan tersebut sudah tidak digunakan lagi. Katanya, pihak kecamatan berencana mengaktifkan kembali. “Karena pengelolannya tidak ada, makanya dibuatkan toilet portable di mushala. Tapi rencana kita pasti akan difungsikan kembali,” imbuhnya.

Pengaktifan toilet itu kata Muzakkir, adalah bagian dari kewenangan Dinas Pariwisata Kota Mataram. Nanti lanjut Muzakkir, pihak kecamatan Ampenan akan menginstruksikan dari Pokdarwis Ampenan untuk menjaga dan mengelola toilet tersebut.

“Insha Allah dengan adanya dana kelurahan nanti mungkin kita bisa kelola dari sana, untuk satgasnya. Paling tidak satgas penjaga toilet ini ada insentifnya. Kami  dari kecamatan siap mem-back up, karena itu bagian dari daerah teritorial kami,” kata Muzakkir. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, I Made Pande Swastika Negara hingga saat ini belum bisa dikonformasi terkait permasalahan tersebut. (viq)