Sepi Pengunjung, RTH Pagutan Mulai Rusak

Beginilah situasi di RTH Pagutan, Jumat, 11 Oktober 2019, sepi pengunjung. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram setelah ditata 2015 lalu, hingga kini belum optimal. Lahan tersebut terkesan terlantar, dan beberapa fasilitas umum di sana mulai rusak.

Pantauan Suara NTB, Jumat, 11 Oktober 2019, fasilitas umum di kompleks RTH tak terurus. Kamar mandi tak berfungsi, fasilitas bermain anak – anak serta akses jalan rusak. Tiga orang petugas terlihat membersihkan daun yang berguguran. Untuk tanaman hortikultura terlihat tak tertata.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, setelah dibangun oleh Pemkot Mataram 2015 lalu, lahan itu telah ditata peruntukannya. Yakni sebagai bumi perkemahan, tempat bermain anak – anak serta pusat hortikultura dan pemanfaatan kegiatan olahraga masyarakat.

Baca juga:  Warga Masih Duduki Hutan Lindung TNGR

Ada keinginan pemerintah kata Kemal, RTH Pagutan dimanfaatkan untuk car

free day. “Di Udayana sudah tidak mampu menampung warga pengunjung dan PKL yang datang untuk car free day,” kata Kemal.

Dia membantah RTH Pagutan tidak dikelola dengan baik. Pengembangan hortikultura telah berjalan dan tanaman lainnya dipelihara dengan baik. Hanya saja pemanfaatan sesuai fungsi awal belum optimal.

Baca juga:  Kabupaten/kota Jangan Lepas Tangan Soal Pembalakan Liar

Untuk pembenahan sebagai lokasi bumi perkemahan di atas lahan seluas 1,5 hektar membutuhkan anggaran miliaran. Tentunya penataan menjadi tanggungjawab dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga. “Petugas kita tetap ada di situ,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pertamanan ini tidak memastikan pemanfaatan RTH itu dapat digunakan secara maksimal. Karena ini tergantung dari ketersedian anggaran

Terhadap kajian Badan Penelitian dan Pengembangan bahwa penataan RTH Pagutan membutuhkan anggaran Rp15 miliar. Sejauh ini kata Kemal, belum menerima hasil kajian tersebut. “Kalau itu belum tahu saya. Sampai sekarang belum menerima hasil kajian itu,” tandasnya. (cem)