Fasum Bermain Anak di Kota Mataram Banyak yang Rusak

Sejumlah anak asal Dasan Agung tampak bermain layang-layang, bersepeda, main bola, di lapangan sebelah barat Islamic Center Kota Mataram, Rabu, 25 September 2019. (Suara NTB/viq) 

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menyampaikan, banyak fasum tempat bermain anak di Mataram digunakan orang dewasa. Hal itulah yang jadi penyebab banyaknya fasum tempat bermain anak rusak.

Saat ini, kata Kemal, pengawasan tidak bisa hanya dilakukan pihaknya. Dia menilai pengawasan semua pihak harus dilakukan. “Kan tidak bisa dipelihara oleh saya (Perkim) saja, masyarakat harus ikut peran serta. Kalau itu untuk ukuran kecil jangan orang remaja naik,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 26 September 2019.

“Kalau kita bicara pengawasan, masa Perkim awasi 24 jam. Yang jelas yang rusak itu sedang diperbaiki sekarang. Kalau dia rusak pasti kita akan perbaiki kembali, tergantung anggarannya, tersedia atau tidak,” jelas Kemal.

Baca juga:  Hj. Niken Raih Penghargaan Bunda PAUD Tingkat Nasional

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menegaskan, keadaan itu akan dievaluasi DPRD. Kata Didi, semua warga kota Mataram mempunyai

semangat untuk mewujudkan kota Mataram sebagai kota layak anak. “Kita sedang menuju ke sana (kota layak anak, red). Artinya pada grade maksimal, ini kan Mataram masih ada di grade tengah. Bagaimana ini kita upayakan ke grade tertinggi,” jelas Didi.

Salah satu langkah untuk mendorong terwujudnya kota layak anak, kata Didi, DPRD kota Mataram akan mendorong langkah pembentukan regulasi untuk memperkuat itu. Lanjut Didi, DPRD Kota Mataram sudah siap membentuk regulasi tersebut. “Dan itu beberapa Perda sudah kita bentuk. Nanti kebijakan-kebijakan untuk mendorong ke arah sana, kita welcome,” jelasnya.

Baca juga:  Hj. Niken : Guru PAUD adalah Orang-orang Terpilih

Selain dibuatkan regulasi, DPRD kota Mataram akan memberikan dukungan pada eksekutif untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan Kota Mataram. Didi menilai, pada konsep sebuah kota layak anak itu memiliki banyak nilai positif. “Kita sedang mempersiapkan rapat kerja untuk memperkuat itu. Dan kita juga akan selalu memperhatikan itu,” demikian kata Didi. (viq)