Elpiji di Mataram Diduga Ditimbun

Pegawai Dinas Perdagangan memantau ketersediaan elpiji 3 Kg di salah satu pengecer di Kota Mataram. Kelangkaan terjadi disinyalir pengecer menimbun tabung melon tersebut untuk dijual dengan harga lebih mahal. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan memantau sejumlah titik penjualan gas elpiji 3 kilogram di Kota Mataram. Tabung melon tersedia sesuai kebutuhan. Kelangkaan disinyalir pengecer melakukan penimbunan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin menyampaikan, pihaknya telah menindaklanjuti keresahan masyarakat terhadap kurangnya ketersediaan tabung elpiji 3 kg ke masing – masing pangkalan.

Di antara pangkalan dipantau adalah Kios Tri R agen PT. Mertha Sari Jaya Abadi di Ampenan. Pangkalan ini memiliki stok 50 tabung dan biasa mengisi 30 tabung per hari dengan harga jual Rp15.000 per tabung. Pangkalan Made Putri di Dasan Agung merupakan Agen PT. Garda Persada Migas, memiliki 50 – 70 stok tabung per minggu dengan harga jual Rp16.000/tabung.

Pangkalan Sumiati, agen dari PT. Agung Jaya Mandiri mempunyai stok 50 – 60 tabung per minggu dengan harga jual Rp16.500 per tabung. Pangkalan Viktor agen PT. Agung Jaya Mandiri mempunyai stok 500 per

minggu. Agen ini memiliki 8 pengecer dengan pengambilan 8 – 12 tabung per hari. “Pemantauan dimulai dari tanggal 16 – 18 September,” kata Amran.

Dinas Perdagangan juga menggali informasi terhadap ketersediaan tabung gas melon tersebut ke PT. Pertamina. Jumlah penyaluran SPPBE ke agen – agen di Mataram mencapai 93.000 tabung dengan penyaluran harian mencapai 2.000 tabung.

Dari hasil pemantauan tersebut sambung Amran, tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan. Dugaanya ada indikasi pengecer membeli tabung gas dalam jumlah banyak untuk ditimbun. Permintaan konsumen banyak dimanfaatkan untuk menjual dengan harga yang lebih mahal. “Indikasinya pengecer beli banyak. Kemudian dijual dengan harga mahal,” terangnya.

Kurangnya ketersediaan elpiji tabung 3 kg yang terjadi disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen. Walaupun PT. Pertamina telah menambah penyalurahn secara fakultatif. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat bahwa tabung gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu.

Untuk mengantisipasi penimbunan di tingkat pengecer akan dilakukan pengawasan terkait pendistribusian, penggunaan dan penyimpanan agar dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya. (cem)