Pejabat Pemkot Mataram Tetap Berangkat ke Cina

I Nyoman Suandiasa (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Meski menuai kritik dari masyarakat. Sejumlah pejabat Lingkup Pemkot Mataram, tetap berangkat ke Cina. Diklaim, anggaran daerah tak banyak dihabiskan. Kerjasama enam sektor unggulan dinilai penting.

Pemerintah Kota Pengxian atau Pengzhou telah mengirim surat undangan ke Pemkot Mataram. Surat itu terkait kesanggupan menerima kunjungan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh beserta rombongan pada tanggal 16 – 18 Oktober mendatang. Sebelumnya Pemkot Pengzhou kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa, meminta rombongan berangkat di Bulan September ini.

Namun, pihaknya bernegosiasi diundur. “Surat resminya sudah kita terima dari Pemerintah Kota Pengzhou,” kata Nyoman ditemui, Rabu, 18 September 2019. Persyaratan administrasi dari Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Luar Negeri sebagai syarat untuk berangkat ke Negara Tirai Bambu tersebut dalam proses. Sementara, rekomendasi dari Gubernur NTB telah ke luar.

Baca juga:  Investor Malaysia Mulai Bangun Pabrik Pakan dan 10 Investasi Lainnya di NTB

Mantan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram mengklarifikasi bahwa perjalanannya ke Cina dinilai tidak bermanfaat. Kesanggupan Pemerintah Kota Pengzhou menanggung sepenuhnya perjalanan untuk empat orang. Sementara pejabat lain yang ikut serta ditanggung living cost atau biaya akomodasi selama di sana, di luar biaya perjalanan dari Lombok ke Cina.

“Sempat simpang siur. Ongkos dari Jakarta ke Cina cuman Rp5 juta. Ini ringan tidak bebani APBD,” pungkasnya. Perjalanan ke Cina menandatangani kerjasama di sektor pendidikan, pariwisata, kesehatan, teknologi informasi, infrastruktur dan pengolahan hasil produk lokal.

Nyoman menyebutkan, pejabat yang bakal menemani Walikota ke Cina yakni, Sekretaris Daerah, Dr. H.Effendi Eko Saswito, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H.L. Fatwir Uzali, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H.M.Kemal Islam, Asisten II Ir.H.Mahmuddin Tura, Asisten III Dra.Hj.Baiq Evi Ganevia, Kepala Bagian APK M.Nazaruddin Fikri, Direktur RSUD dr.H.L.Herman Mahaputra. “Dan, saya sendiri selaku OPD teknis,” sebutnya.

Baca juga:  Investasi Tiongkok di Indonesia Mencapai 2,3 Miliar Dolar Amerika

Perjalanan ke Cina direncanakan pada tanggal 15 Oktober. Dan, akan kembali ke Kota Mataram pada 19 Oktober. Direktur Fitra Ramli Ernanda sebelumnya menegaskan, perjalanan dinas secara aturan diperbolehkan. Apalagi memang ada kebutuhan dan landasan logis. Menurutnya, menjadi masalah dalam perjalanan dinas ini terkait dengan tingkat prioritas, akuntabilitas publiknya yang cenderung lemah.

Sehingga bisa dinilai tingkat kepatuhan dan kemanfaatannya untuk kepentingan umum. “Sebut saja perjalanan mereka yang kemarin ke Malaysia. Apa hasilnya. Tidak jelas,”kritiknya. Sulit dibayangkan jika perjalanan ke Cina ini tidak membebankan anggaran daerah. Walapun Pemerintah Kota Pengzhou menanggung akomodasi mereka. (cem)