Jadi KLA, Sejumlah Fasilitas Bermain Anak di Mataram Belum Layak

Fasilitas bermain anak-anak di Taman Udayana Kota Mataram banyak yang rusak. Jika tidak segera diperbaiki, fasilitas bermain ini justru akan membahayakan. (Suara NTB/vik)

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram meski sudah menyandang status sebagai KLA (Kota Layak Anak) namun item-item terkait KLA justru belum layak. Salah satunya yang menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Mataram adalah, sejumlah fasilitas bermain anak-anak yang rusak. Kerusakan ini sebetulnya diketahui sejak lama. Sayangnya Pemkot Mataram belum menyikapi persoalan ini.

Sekretaris Komis IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., kepada Suara NTB di sela orientasi bagi anggota DPRD Kota Mataram di Mataram kemarin mengungkapkan kondisi fasilitas bermain anak-anak di beberapa titik di Kota Mataram cukup memprihatinkan dan mengarah pada kondisi membahayakan keselamatan anak-anak jika masih digunakan.

‘’Kami berharap Pemkot tidak hanya membangun saja (fasilitas bermain anak, red) tapi bagaimana merawatnya supaya fasilitas itu benar-benar layak anak,’’ tegasnya. Menurut dia, pemerintah harus menganggarkan biaya pemeliharaan fasilitas bermain anak-anak. Erna meminta OPD terkait memperhatikan hal ini.

Baca juga:  Satu Tahun Zul-Rohmi, Pemprov NTB Bagikan KIAP untuk Yatim Piatu

‘’Jangan kita hanya menerima penghargaan saja tapi kondisinya masih seperti ini,’’ imbuhnya. Kondisi fasilitas bermain anak, kata Erna, sangat kontradiktif dengan penghargaan yang diterima Pemkot Mataram. ‘’Karena yang saya lihat, walaupun rusak, fasilitas itu masih digunakan,’’ sesalnya. Oleh karena itu, kalau memang Pemkot Mataram belum memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan atau perawatan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menyarankan supaya fasilitas bermain yang rusak itu, dibuka saja.

‘’Kalau memang membutuhkan anggaran, mari bicara dengan kami di DPRD,’’ imbuhnya. Setelah orientasi, lanjut Erna, Komisi yang membidangi masalah pemberdayaan perempuan dan anak ini, akan melakukan rapat kerja dengan semua OPD yang menjadi mitra komisi IV. Apalagi dalam waktu dekat DPRD Kota Mataram juga akan dihadapkan pada pembahasan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2020.

Baca juga:  Fasum Bermain Anak di Kota Mataram Banyak yang Rusak

‘’Disanalah kita akan anggarkan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan anak-anak,’’ demikian anggota Dewan dari Dapil Ampenan ini. Selain fasilitas bermain anak, pengadaan CCTV juga menjadi atensi Komisi IV. ‘’Masih ada lorong-lorong yang mengerikan kerap menjadi tempat bullying anak-anak. Seperti jalan masuk ke toilet. Kalau seandainya ada CCTV bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Termasuk, kata dia, iklan rokok yang masih bertebaran di ruang publik, cukup mengusik status KLA yang disandang Kota Mataram. ‘’Di ruang-ruang terbuka tidak pantas ada iklan rokok seperti itu,’’ tandasnya. (fit)