Pelaku Vandalisme Hancurkan Pot, Pemkot Mataram Diminta Perketat Pemantauan

Pot bunga di ruas jalan bebas hambatan di Sekarbela menuju Lobar, yang dirusak oknum tak bertanggung jawab. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Shinta Primasari, ST., juga menyesalkan terjadinya aksi pelaku vandalisme yang menghancurkan pot-pot di jalur by-pass. Dia menyarankan, Dinas Perkim dengan Satgas pertamanan yang ada, memperkuat fungsi pengawasan di daerah-daerah yang dinilai rawan aksi vandalisme.

Anggota Dewan dari Dapil Mataram ini juga menyerukan kepada aparat Satpol PP untuk meningkatkan intensitas patroli.

‘’Setidaknya untuk menjaga lokasi di sana. Apalagi nanti di Gerbang Tembolak banyak sarana yang akan dibangun. Seperti green belt. Kemudian juga lampu hias di Gerbang Tembolak yang nilainya Rp3 miliar. Keamanan perlu dijaga agar ornamen sebagai aset pemerintah itu aman,’’ terangnya.

Dinas Perkim bersama Satpol PP dan pihak terkait lainnya, bisa mendirikan pos pengawasan atau pemantauan di sana. ‘’Warga Mataram jangan cuma jago membangun tapi juga harus pandai merawat,’’ ujarnya. Terkait opsi pemasangan CCTV di sekitar gerbang Tembolak, menurut politisi Partai Demokrat ini, perlu dikaji lebih serius.

‘’Jangan kita berpatokan pada kota besar. Seperti Surabaya dan Makassar. Karena harus dilihat faktor keamanannya juga. Pot saja bisa dirusak dengan bebas apalagi CCTV yang membutuhkan biaya lebih besar. Ada jaminan gak dia bisa aman kalau  CCTV dipasang di sana. Lebih baik maksimalkan pengawasan,’’ sarannya. Dengan memaksimalkan pengawasan, Shinta yakin, dapat mengurangi aksi vandalisme. (fit)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.