Pemkot Kesulitan Atasi Limbah Lumpur Tinja

Irwan Rahadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram masih kesulitan mengatasi limbah lumpur tinja yang dibuang ke bantaran sungai di Mataram. Hal ini menjadi salah satu sebab aliran sungai tercemar. Masalahnya, jumlah armada pelayanan sedot lumpur tinja di DLH terbatas.

Kepala DLH Kota Mataram, Irwan Rahadi, Rabu, 11 September 2019 menuturkan, untuk limbah lumpur tinja, nantinya DLH akan olah di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kebon Kongok. Dengan mengajak pihak swasta, Irwan akan mengoptimalkan pengelolaan limbah lumpur tinja agar tidak lagi dibuang ke sungai di Kota Mataram.

“Untuk limbah lumpur tinja, jangkauan pelayanan kita selama ini masih terbatas. Kita memantau adanya usaha-usaha swasta yang ikut di dalam melakukan penyedotan lumpur tinja warga Kota Mataram,” kata Irwan. Kendaraan DLH yang menyedot lumpur tinja sangat minim.  “Saat ini kan, baru dua kendaraan pelayanan untuk penyedotan limbah tinja tersebut,” jelasnya.

Baca juga:  Dinilai Tak Inovatif Tangani Sampah, Kadis LH Kota Mataram Disarankan Diganti

Pada rapat minggu lalu, semua jajaran Pemkot sedang menyiapkan rencana aksi untuk tahun  2020 terkait dengan penanganan limbah dan penanganan sampah di Kota Mataram. “Mereka yang di Sweta banyak yang membuang limbah hasil penyedotan itu di sungai. Sungai-sungai kita banyak tercemar khususnya untuk bakteri e-colinya,” tegasnya.

 “Nah, kita sudah mengumpulkan pihak swasta. Ada 24 yang melaksanakan usaha itu dan akan kita minta difasilitasi sementara. Prosedurnya, limbah lumpur tinja yang disedot di rumah tangga itu seharusnya masuk ke instalasi dalam pengelohan limbah terpadu yang ada di Kebon Kongok,” kata Irwan. Intinya, dari upaya tersebut, Irwan pun akan mengajak pihak swasta yang mau bekerjasama dengan DLH dalam mengatasi limbah lumpur tinja tersebut.

Baca juga:  Paving Block dari Sampah Plastik, Bisa Tahan Beban hingga 10 Ton

“Jadi di kota Mataram itu punya IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja), tempatnya itu di Kebon Kongok. Selama ini yang swasta ini tidak pernah masuk ke sana, bagaimana nanti mereka-mereka (swasta, red) ini kita mediasi,” jelasnya.

Ke depan, DLH akan menyiapkan tangki penampungan untuk limbah lumpur tinja tersebut. Untuk swasta yang mau bekerjasama, lanjut Irwan,  dipersilakan mengurus izin untuk menyedot.  Selama pihak swasta mau bekerjasama, DLH akan menampung semua swasta yang ingin bekerjasama. “Silakan saja, kita juga akan gratiskan itu, untuk menjaga pencemaran sungai juga,” tegasnya.

Ada pun untuk penganggaran mobil penyedot limbah lumpur tinja, DLH sedang dalam tahap proses pengadaan. ‘’Kita akan diberikan oleh Dinas PU, alat penyedot lumpur tinja yang selama ini tidak digunakan. Itu akan diberikan ke kita untuk memaksimalkan pelayanan ke masyarakat,” tutupnya. (viq)