Tunggakan Aset di DPRD Mataram, Majelis TPTGR Belum Terima Laporan

Effendi Eko Saswito (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tunggakan aset diduga dikuasai mantan anggota DPRD Kota Mataram, terus bergulir. Majelis Tim Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) hingga kini belum terima laporan.

Para wakil rakyat mengklaim telah melaporkan bahkan mengembalikan. Seperti pengakuan politisi PDI Perjuangan, Nyayu Ernawati bahwa laptop merek Toshiba diberikan pada saat menjabat sebagai wakil rakyat periode 2004-2009 hilang saat pembongkaran Sekretariat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. Kasus itu dilaporkan ke Kepolisian. Laporan kehilangan atas aset milik pemerintah pengakuannya, telah diserahkan ke Sekretariat DPRD Kota Mataram.

Namun demikian, majelis TPTGR Kota Mataram belum menerima laporan hingga saat ini. Ketua TPTGR yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito dikonfirmasi via ponselnya, Senin (9/9) malam menjelaskan, pada rapat TPTGR ada pembahasan terkait aset diduga masih dikuasai oleh mantan anggota Dewan Kota Mataram.

Rapat yang saat itu dihadiri oleh Sekretaris DPRD, H. Lalu Aria Dharma menyanggupi untuk menagih para mantan wakil rakyat serta menelusuri aset tersebut. Namun demikian, belum ada laporan setelah rapat tersebut. “Sekwan mau telusuri dulu. Sampai sekarang kita belum terima laporan,” aku Sekda.

Seandainya penyelesaian aset itu hilang dibuktikan dengan laporan kepolisian para mantan Dewan harus menandatangani surat keterangan kesanggupan ganti rugi. “Sampai sekarang belum kita terima laporan,” tegasnya kembali.

Setelah ada kesanggupan ganti rugi majelis TPTGR akan menindaklanjuti untuk menghitung berapa besar ganti rugi yang dibayar.

Seperti diketahui, ada 10 anggota Dewan baik terpilih kembali dan telah purnatugas belum menyerahkan barang milik pemerintah. Total kerugian negara sesuai perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sekitar Rp300 juta lebih. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.