Tempat Hiburan Malam di Mataram Diduga Langgar Aturan

Petugas mengamankan botol miras di tempat hiburan malam salah satu hotel di Mataram, Jumat malam, 6 September 2019. (Suara NTB/viq) 

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengerahkan Satpol PP bersama Polsek dan beberapa camat di Kota Mataram untuk menertibkan tempat hiburan malam. Beberapa tempat karoke diduga melanggar aturan.

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan, penertiban ini merupakan tugas dan tanggungjawab jajaran Pemkot Mataram. “Kita dengan sungguh-sungguh akan melaksanakan Perda dan UU yang berlaku,” katanya saat ditemui Suara NTB sebelum mengikuti penertiban di sejumlah hotel dan tempat hiburan malam di kawasan Mataram, Jumat malam, 6 September 2019.

Lima lokasi menjadi sasaran operasi penertiban, yaitu Hotel Bidari, Lombok Plaza, tempat karoke Inul Vista, Jembank, dan tempat karoke Diva Mataram.  Pada saat penertiban, sejumlah minuman keras ditemukan beredar tidak mengantongi izin. Di Hotel Bidari, sebanyak 20 dus Bir Bintang diangkut oleh Satpol PP.

Selain Bidari, di hotel Lombok Plaza Mataram, petugas mengangkut sebanyak 10 dus Bir Bintang. Adapun di Jembank petugas menemukan sebanyak 17 dus minuman beralkohol.

Di tempat hiburan lainnya, Inul Vista dan Diva, petugas penertiban tidak menemukan barang sitaan. Namun, pada Inul Vista ditemukan sejumlah belasan kardus kosong bekas minuman beralkohol berserakan di gudang penyimpanan.

Usai penertiban, Kepala Satpol-PP Mataram, Bayu Pancapati mengatakan, sejauh ini belum dihitung berapa jumlah miras yang disita petugas penertiban. “Yang jelas kita tidak akan macam-macam dengan barang sitaan. Kita akan data jumlahnya berapa. Pas kita lakukan penyitaan kita sudah tanda tangan sama pemilik miras,” tegasnya.

Kepada yang ditertibkan kata Bayu, dari Satpol PP akan mengutamakan pembinaan. “Bagi pengusaha yang ada di Mataram, mari kita ikuti aturan perizinan yang ada. Mereka punya izin untuk mengadakan karaoke, tapi kan tidak boleh ada miras,” katanya.

Untuk perizinan, kata Kepala Bidang Perizinan Kota Mataram, H. Novian Rosmana, sejauh ini yang dikeluarkan untuk surat izin tempat usaha untuk minuman beralkohol (Situ-MB) ada 4 lokasi di kota Mataram. Di hotel Lombok Plaza, mereka sudah mengantongi izin pengadaan miras. “Akan tetapi untuk di restorannya, bukan untuk di tempat karaokenya. Ini kan mereka gunakan di tempat karaokenya. Ini jelas melanggar,” tegasnya.

“Di restorannya juga sudah ada ketentuan untuk Situ-MB itu, dia tidak boleh di tempat yang terbuka,. Sehingga kita arahkan mereka untuk mendisplay minumannya ke tempat-tempat yang tertutup. Minuman ini juga kita peruntukkan orang berumuur 18 tahun ke atas,” lanjut Novian.

Padahal, selama ini kata Bayu, untuk pengurusan izin menjual miras di tempat hiburan di Mataram, Pemkot Mataram tidak pernah mempersulit pengurusan izin.  Tapi lanjut Bayu, untuk izin menjual miras jenis ABC tersebut, harus hotel bintang 3. “Ada gak hotel bintang 3 di Mataram?” kata Bayu mempertanyakan. Ia pun berharap supaya penertiban di sini, terutama di hotel-hotel yang menyimpan minuman beralkohol yang tidak memiliki izin terus dilakukan.

Satpol PP beserta jajaran Pemkot yang ikut dalam penertiban tersebut,  juga menghimbau kepada pemandu lagu, yang tidak memiliki identitas untuk melengkapi identitasnya. “Untuk pemandu lagu atau partner song tadi, kita arahkan untuk melapor ke kelurahan. Bagaimana tindak lanjut pak lurah, apakah akan diberikan identitas. Karena untuk domisili saja tidak cukup,” kata Bayu.

Dari penertiban tersebut, Bayu kembali menjelaskan, ada dua orang pemandu lagu tidak pernah memperbaharui domisili yang dibawanya. Kalau memang teman-teman pengusaha memang ingin merasa nyaman berusaha, mari jaga aturan, itu juga tadi kita arahkan,” jelas Bayu. (viq)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.