Izin Pengelola Parkir RSUD Mataram Sebaiknya Dicabut

Syakirin Hukmi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram meminta izin pengelolaan parkir RSUD Kota Mataram oleh pihak ketiga, dicabut. Permintaan ini menyusul hasil uji petik yang dilakukan oleh BKD Kota Mataram terhadap pengelolaan parkir yang dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh RSUD Kota Mataram.

Kepala BKD Kota Mataram H. Syakirin Hukmi, dalam rapat gabungan Komisi – komisi Dewan bersama eksekutif pekan kemarin mengungkapkan bahwa pengelola parkir RSUD Kota Mataram hanya menyetor Rp67 juta per tahun kepada Pemkot Mataram. Sementara hasil uji petik yang dilakukan oleh BKD Kota Mataram menunjukkan bahwa potensi parkir di rumah sakit milik Pemkot Mataram tersebut adalah sebesar Rp250 juta per tahun.

Hal inilah yang mendasari BKD menyarankan kepada manajemen RSUD Kota Mataram untuk mencabut izin pengelolaan parkir oleh pihak ketiga. Syakirin juga menyarankan

supaya RSUD Kota Mataram mengundang pula pihak ketiga tersebut untuk memperjelas setoran parkir, karena merugikan keuangan daerah.

Sementara itu manajemen RSUD Kota Mataram yang diwakili oleh salah satu Kasubag  bernama Chairul Handy mengaku bahwa pihaknya berpikir keras bagaimana menciptakan pelayanan parkir yang nyaman. Karena menurut dia, kunjungan ke RSUD Kota Mataram rata-rata mencapai 600 hingga 800 orang per hari.

Bahkan, sebelum gempa jumlah pengunjung rumah sakit plat merah ini mencapai 1.000 orang per hari. Manajemen RSUD Kota Mataram pernah berencana membangun tempat parkir di bawah tanah. Namun, itu membutuhkan anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, katanya, RSUD Kota Mataram memutuskan untuk menggunakan pihak ketiga dalam pengelolaan parkir guna mewujudkan parkir yang rapi dan nyaman. Parkir RSUD Kota Mataram dikelola oleh PT Mitra Langgeng Sejahtera. ‘’Mereka menyetor Rp7 juta per bulan sebutnya. (fit)