Golkar Usulkan Didi Sumardi Jadi Ketua DPRD Kota Mataram

Mohan Roliskana (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi partai pemenang pada Pemilu 2019 di Kota Mataram dengan perolehan sembilan kursi di parlemen. Satu jatah pimpinan akan diperoleh. Partai berlambang beringin mengusulkan H. Didi Sumardi menjadi Ketua DPRD Kota Mataram.

Proses pemilihan calon pimpinan parlemen dibahas di internal partai. Selain nama Ketua Harian Partai Golkar, dua nama lainnya yang diusulkan ke DPP Partai Golkar di Jakarta yakni Ali Hiswandi yang merupakan caleg terpilih dari daerah pemilihan Sandubaya dan Baiq Ika Febrianti dari dapil Ampenan.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, H. Mohan Roliskana membenarkan, di internal partai telah mengusulkan calon pimpinan di parlemen dari Golkar. Usulan itu disampaikan ke DPD I Partai Golkar NTB dan selanjutnya diteruskan ke tingkat DPP. Ada tiga nama diusulkan yakni H. Didi Sumardi, Ali Hiswandi dan Baiq Ika Febrianti. “Siapapun yang dipilih nanti tergantung keputusan DPP,” kata Mohan ditemui, Kamis (25/7).

Baca juga:  Dilantik, Anggota DPR RI dari NTB Diharapkan Perkuat Poros Jakarta - NTB

Pembahasan di internal partai, Ketua Harian Partai Golkar, H. Didi Sumardi memiliki peluang besar untuk kembali terpilih. Dari segi pengalaman dan kapasitasnya sebagai pimpinan DPRD sudah diakui. Dan, menjadi jembatan bagi kepentingan partai.

Melihat persoalan ini kata Mohan, harus dilihat bahwa penunjukan kader sebagai pimpinan di parleman bukan semata – mata kepentingan partai. Tetapi posisi pimpinan DPRD ini sudah menjadi jabatan publik yang menjembati kepentingan legislatif dengan eksekutif, legislatif dengan eksekutif dan legislatif dengan stakeholder lainnya. “Saya pikir pimpinan DPRD harus memiliki kemampuan di bidang itu,” tambahnya.

Kabar yang berkembang bahwa Didi Sumardi telah diputuskan mewakili kepentingan Partai Golkar untuk menjadi pimpinan di DPRD diakui oleh Mohan. DPD memberikan prioritas agar Didi kembali menjadi Ketua DPRD Kota Mataram.

Baca juga:  Menanti Gebrakan Wakil Rakyat NTB di Senayan

Mohan yang juga Wakil Walikota Mataram membantah jika dua calon lainnya yang diusulkan hanya sekadar formalitas saja. Tetapi ini bagian dari usulan sepanjang tidak menabrak aturan hukum dan semua dijalankan dengan baik. “Seperti saya sampaikan ini bukan urusan partai semata, tapi hubungannya dengan publik,” tandasnya.

Terlepas dari itu, Mohan berpesan bagi kader Golkar yang terpilih harus menjaga komitmen mereka kepada masyarakat. Karena ini berkaitan dengan reputasi lembaga dan citra partai. Didi Sumardi dikonfirmasi sebelumnya, menyerahkan sepenuhnya ke DPD Partai Golkar untuk mengusulkan siapa calon pimpinan dari Golkar yang diusulkan di parlemen. “Kita serahkan saja dulu,” cetusnya. (cem)