JCH Dilarang Bawa Sambal dan Rokok

Keluarga dari salah seorang jemaah calon haji menangis memeluk ibunya yang hendak menunaikan ibadah haji pada prosesi pelepasaan JCH, Sabtu, 13 Juli 2019 di halaman Kantor Walikota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 140 jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) tujuh Kota Mataram, diberangkatkan Minggu, 14 Juli 2019 sore. Jemaah dilarang membawa rokok dan sambal berlebihan.

Sebelum pemberangkatan, diawali prosesi pelepasan JCH oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh bersama pimpinan di halaman Kantor Walikota Mataram, Sabtu, 13 Juli 2019 sore. Tiga jemaah usia lanjut menggunakan kursi roda. Pelepasan jemaah calon haji berlangsung haru. Sejumlah pengantar meneteskan air mata dan memeluk erat orangtuanya yang hendak naik bus.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Burhanul Islam menyampaikan, JCH yang tergabung dalam kloter tujuh berjumlah 140 orang. Ini terdiri dari usia 32 – 59 tahun sebanyak 86 orang, usia 60 – 69 tahun 27 orang dan 70 tahun ke atas sebanyak 27 orang. Jemaah akan diberangkatkan ke Madinah sekitar pukul 17.20 Wita pada Minggu (14/7).

Baca juga:  Tujuh Jemaah Haji asal Kota Mataram Dilarikan ke Klinik

“Pemberangkatan jemaah kita akan bergabung dengan jemaah dari Lombok Tengah,” kata Burhanul ditemui, Sabtu (13/7).

Hingga sore kemarin, belum ada laporan JCH tergabung dalam kloter tujuh mendapatkan perawatan dari tim medis.  Dari profile kata Burhanul, rata –rata jemaah tidak memiliki masalah dari segi kesehatan, meskipun tiga jemaah menggunakan kursi roda. “Itu karena faktor usia. Tapi mudah – mudahan tidak ada masalah,” harapnya.

Jemaah calon haji dilarang membawa barang – barang cair dan melebihi kapasitas. Pemeriksaan oleh petugas bandara ditemukan jemaah membawa sambal dan rokok. Jemaah hanya diperbolehkan membawa 200 batang rokok. Untuk sambal sebenarnya bisa dibawa tapi dimodifikasi, bukan dampak bentuk cair.

Baca juga:  Dua Meninggal, 84 JCH NTB Dirawat di Arab Saudi

Larangan membawa barang berlebihan atau yang tidak boleh dibawa berulang kali disampaikan saat sosialisasi oleh petugas dari Kemenag. “Kemungkinan ada keluarganya yang masukin sehingga kelolosan oleh jemaah,” tandasnya

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta kepada para jemaah calon haji untuk mendoakan kebaikan bagi Kota Mataram, agar setiap program pembangunan yang telah direncanakan bisa berjalan dengan lancar dan memberi manfaat bagi kemaslahatan masyarakat Kota Mataram. (cem)