JCH Kota Mataram Dilepas, Antisipasi Cuaca Ekstrem di Mekah

Jemaah Calon Haji kloter tiga asal Kota Mataram berjabat tangan dengan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh serta pimpinan OPD Lingkup Pemkot Mataram pada prosesi pelepasan di halaman Kantor Walikota Mataram, Senin, 8 Juli 2019. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 455 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) tiga asal Kota Mataram, mulai masuk asrama haji, Senin, 8 Juli 2019. Jemaah akan diberangkatkan dari embarkasi Lombok menuju Bandara Amir Muhammad Abdul Azis Madinah keesokan harinya. JCH perlu mengantisipasi cuaca ekstrem yang kini melanda Kota Mekkah.

Prosesi pelepasan JCH digelar di halaman Kantor Walikota Mataram. Sekitar 10 rombongan berasal dari enam kecamatan se – Kota Mataram dilepas oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah.

Prosesi pelepasan jemaah calon haji berlangsung haru. Keluarga yang turut serta melepas rombongan JCH terisak. JCH usia lanjut terlihat dituntun oleh sanak keluarganya untuk memasuki bus.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Burhanul Islam menyampaikan, sebanyak 455 JCH bersama petugas akan diberangkatkan ke Tanah Suci, Selasa, 9 Juli 2019. Dari keseluruhan sekitar 347 jemaah berusia 19 hingga 59 tahun. Dikategorikan lansia dalam sistem perhajian adalah 65 tahun ke atas. Sementara, 108 jemaah usia lanjut.

Baca juga:  Haji dan Umrah Bareng Arofahmina, Nikmari Perjalanan Spiritual yang Mengubah Hidup

“Kalau kita lihat hampir setengah jemaah kita kondisi sehat,” kata Burhanul. Dia memastikan tidak ada satupun jemaah perempuan yang hamil. Meskipun demikian, nantinya akan ada pemeriksaan terakhir dari petugas kesehatan di Asrama Haji. Adapun satu jemaah calon haji yang masuk dalam rombongan tiga mengalami depresi langsung dibawa ke penginapan. Keputusan apakah jemaah dirujuk atau tidak kewenangan dari KKP.

“Karena ini proses pemberangkatan nanti kewenangan dari KKP. Karena tidak bisa kita memastikan mereka boleh berangkat atau tidak,” tandasnya.

Dia menekankan, JCH perlu mengantisipasi cuaca ekstrem di Tanah Suci. Informasi terakhir bahwa cuaca mencapai 47 derajat celcius. Jemaah diminta memperbanyak minum air untuk menghindari dehidrasi.

Baca juga:  Arofahmina Lombok-NTB Tawarkan Berbagai Kemudahan

Kemenag belum  berani memastikan apakah ada jemaah batal berangkat atau tidak. Keputusan terakhir nantinya ada petugas di Asrama Haji. Untuk jemaah beresiko tinggi hampir sebagian besar. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak bisa melaksanakan ibadah haji. “Hampir semua jemaah haji kita beresiko tinggi,” ujarnya.

Walikota mengharapkan, seluruh JCH melaksanakan ibadah haji dengan aman dan lancar, sehingga bisa kembali ke Tanah Air dengan kondisi sehat. Dari segi persiapan, Pemkot Mataram telah memberikan bimbingan manasik haji secara gratis serta pengecekan kesehatan. “Kita harapkan jemaah calon haji menjaga kekompakan. Keterbatasan petugas tidak bisa terlalu diharapkan,” demikian kata dia. (cem)