Dishub Pecat Jukir Nakal

Jukir di Kawasan Bisnis Cakranegara sedang mengatur kendaraan, Senin, 1 Juli 2019. Dishub memecat empat jukir di kawasan tersebut karena  membandel. Tindakan tegas ini dilakukan sebagai bagian menata lahan parkir di Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram memecat empat juru parkir (jukir) nakal. Tindakan tegas ini diharapkan menjadi efek jera bagi jukir lainnya. Penataan parkir sedang diikhtiarkan untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir tepi jalan umum.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh menyebutkan, empat jukir dipecat tersebut bekerja di Kawasan Bisnis Cakranegara. Mereka disinyalir tidak mengikuti aturan. Padahal berulangkali diperingati. “Empat jukir kita pecat,” sebut Saleh ditemui, Senin, 1 Juli 2019.

Jukir dipecat harus segera dicarikan gantinya. Sebab, di kawasan tersebut membutuhkan petugas untuk mengatur lalu lintas. Saleh menambahkan, pengelolaan parkir saat ini masih dilakukan penataan. Penataan diprioritaskan pada sumberdaya manusia. Tak dipungkiri realisasi retribusi parkir tepi jalan umum tak tercapai sejak tahun ke tahun. “Iya, kita terus berbenah,” tandasnya.

Baca juga:  Izin Pengelola Parkir RSUD Mataram Sebaiknya Dicabut

Tidak hanya di Kawasan Bisnis Cakranegara. Kemungkinan jukir nakal berada di titik – titik lainnya. Penindakan jukir nakal terkendala keterbatasan sumberdaya manusia di Dishub. Seperti daerah di Pulau Jawa, pengawasan parkir dilakukan secara terpadu bersama TNI dan Polri.

Petugas berkeliling ke titik – titik parkir memantau. Dishub kata Saleh, sebenarnya pernah melakukan hal serupa. Tetapi sifatnya hanya beberapa kali saja. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran. “Kita sudah lakukan. Anggaran habis tidak ada lagi,” pungkasnya.

Pola seperti ini akan coba dilakukan kembali. Jika dimungkinkan membuat perjanjian kerjasama dengan Polres Mataram dan TNI, sehingga penertiban tidak menunggu anggaran.

Saleh menambahkan, pelibatan TNI dan Polri cukup efektif menindak jukir nakal ilegal yang tidak menyetor pendapatan mereka ke kas daerah. “Ya, kalau bisa ada MoU dengan Polres Mataram,” harapnya.

Baca juga:  Banyak Jukir Tidak Nyetor ke Pemkot

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, yang menjadi masalah antara lain di depan Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kawasan Bisnis Cakranegara dan beberapa titik lain utamanya yang berada pada kawasan pertokoan.

Langkah yang telah dilakukan adalah dengan menertibkan juru parkir agar mengarahkan kendaraan sesuai lokasi parkir yang telah ditentukan. Pada beberapa lokasi bahkan telah dilakukan pemecatan kepada juru parkir. Jukir ternyata tetap membandel dan terbukti mengarahkan kendaraan pada trotoar. Untuk kendaraan yang membandel, telah dilakukan operasi gabungan dengan pihak kepolisian, TNI dan Kemenhub untuk menindak pengguna parkir yang nakal. (cem)