Pengangguran Terdidik di Mataram Makin Tinggi

Hariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengangguran terdidik di Kota Mataram mendominasi. Hal ini dipicu jumlah lulusan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi tak terserap di dunia kerja. Perusahaan ditekankan memprioritaskan pekerja lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Hariadi, SIP mengungkapkan, dari 14.000 pengangguran terbuka didominasi oleh pengangguran terdidik. Jumlahnya sekitar 60 – 70 persen. Fenomena ini dipicu maraknya lulusan sekolah menengah atas/sederajat dan perguruan tinggi yang tidak terserap di dunia kerja.

“Iya, paling banyak itu pengangguran terdidik,” aku Hariadi dikonfirmasi pekan kemarin. Perguruan tinggi negeri maupun swasta serta sekolah menengah atas setiap tahunnya melahirkan ribuan lulusan. Sementara, lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lulusan.

Baca juga:  Dibuka, Pendaftaran Perawat untuk Timur Tengah

Hariadi menekankan para pencari kerja ditekankan tidak monoton mengejar sebagai pegawai negeri sipil. Akan

tetapi, harus berani membuka peluang usaha sendiri sehingga membantu penyerapan tenaga kerja.

Strategi pengurangan angka pengangguran terdidik maupun tidak terdidik dengan memberikan pelatihan atau peningkatan keterampilan. Peningkatan keterampilan akan menunjang masyarakat untuk membuka usaha sendiri. “Kita beri pelatihan tata boga dan las. Supaya mereka siap kerja di tengah masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Disnakertrans Tunda Pengajuan Kenaikan UMP ke Gubernur

Perusahaan di Kota Mataram semakin bertambah, terutama dengan dibangunnya hotel dan lain sebagainya. Perusahaan pun diharapkan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Kualitas sumber daya manusia (SDM) mumpuni di bidang – bidang tertentu. “Jangan sampai masyarakat lokal justru jadi penonton di daerah sendiri,” katanya mengingatkan.

Mantan Camat Mataram ini tidak berani memasang target persentase penurunan angka pengangguran. Pasalnya, jumlah lapangan kerja tak sebanding dengan tingkat lulusan dan bertambahnya penduduk. (cem)