Jemaah Haji Kota Mataram Diberangkatkan Pertengahan Juli

Burhanul Islam (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kantor Kementerian Agama Kota Mataram telah mendapatkan jadwal pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) dari maskapai penerbangan. Sebanyak 450 jemaah akan diberangkatkan tanggal 11 Juli mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Burhanul Islam menyampaikan, secara keseluruhan JCH Kota Mataram yang berangkat tahun ini berjumlah 754 orang. Dari 754 itu yang telah melunasi biaya pelaksanaan ibadah haji tahap I sebanyak 671 orang, tahap II 50 orang, tahap III 25 orang dan cadangan 13 orang.

Selain itu, Kemenag juga akan memberangkatkan 10 orang PPHD. Ini terdiri dari 5 orang dari Kota Mataram dan 5 orang dari provinsi. “Total jemaah yang akan kita berangkatkan 768 jemaah,” kata Burhanul ditemui usai rapat persiapan pelepasan JCH di Kantor Walikota Mataram, Rabu, 19 Juni 2019.

Ditambahkan, ada juga JCH yang seharusnya berangkat di Kota Mataram memilih pindah bersama jemaah di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, ada mutasi antarprovinsi dengan alasan pindah tugas.

Kebanyakan jemaah pindah ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebaliknya, ada juga jemaah dari provinsi sama masuk rombongan JCH sebanyak 12 orang. “Kebanyakan itu dari Jawa Timur dan Jawa Tengah,” sebutnya.

Dari sisi keberangkatan, Burhanul menyebutkan belum menerima resmi dari embarkasi Lombok. Tetapi, jadwal pemberangkatan telah diterima dari pihak maskapai. Untuk kelompok terbang (kloter) III dengan jumlah 450 jemaah akan diberangkatkan tanggal 11 Juli. Kloter VII berjumlah 140 jemaah berangkat tanggal 15 Juli dan kloter IX berjumlah 164 jemaah diberangkatkan 18 Juli 2019.

Otomatis JCH yang masuk kloter III akan masuk ke asrama haji dan dilepas secara simbolis oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh tanggal 10 Juli 2019 mendatang. “Pelepasannya sama seperti tahun – tahun sebelumnya. Nanti Pak Wali yang secara simbolis melepas,” tambahnya.

Terhadap persiapan visa, untuk 450 jemaah tergabung dalam kloter III tidak ada masalah. Sedangkan, sisanya menunggu proses dari pemerintah pusat. Sementara itu, satu jemaah haji gagal berangkat karena dikabarkan meninggal dunia setelah proses pelunasan. Pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk penggantian ke ahli warisnya. Dan, diupayakan akan berangkat tahun depan. (cem)