Sempat Dilarang Pemkot Mataram, Komunitas BIAP Akhirnya Dapat Izin

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. Kemal Islam bertemu dengan perwakilan komunitas Buku Ini Aku Pinjam, Senin, 8 April 2019. Komunitas BIAP telah mengajukan permohonan izin dan Dinas Perkim segera memproses. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas sosial komunitas Buku Ini Aku Pinjam (BIAP) di Taman Sangkareang, Jumat, 5 April 2019 malam sempat dilarang oleh petugas dari Pemkot Mataram.

Satuan Tugas (Satgas) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman menertibkan kegiatan literasi yang telah berjalan tiga tahun ini. Disinyalir, ada miskomunikasi antarkomunitas dan petugas. Kini, pemerintah Kota Mataram telah memberikan izin.

Penghentian gerakan literasi komunitas BIAP sempat viral di media sosial. Disinyalir mendapatkan perlakukan berbeda dibandingkan dengan komunitas lain yang menjalankan aktivitas sama di lokasi tersebut.

Tetapi disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H. M. Kemal Islam saat dialog dengan komunitas BIAP di ruang kerjanya, Senin, 8 April 2019, bahwa ada miskomunikasi dari penyampaian diperintahkan ke Satgas terhadap komunitas. Pemkot Mataram tidak pernah sama sekali melarang aktivitas sosial seperti gerakan literasi dilakukan oleh masyarakat. Perlu pengaturan dengan menerbitkan izin.

Baca juga:  Inspirasi Wujudkan Indonesia Gemar Membaca, Gubernur NTB Canangkan Gerakan Cinta Membaca

“Kami tidak melarang sama sekali. Malahan kami ingin melindungi teman – teman komunitas. Jangan sampai ada celah pedagang menunjuk mereka tidak punya izin kemudian tidak dilarang,” kata Kemal.

Kemal menjelaskan, kegiatan sifatnya memanfaatkan ruang publik harus memiliki izin. Seperti pemanfaatan lapangan Sangkareang, izinnya dikeluarkan langsung oleh Walikota. Sedangkan, pemanfataan ruang terbuka hijau jadi kewenangan Perkim mengeluarkan izin. Terhadap komunitas BIAP, ia menyarankan mengajukan permohonan izin. “Hari ini diajukan, tunggu 15 menit, langsung keluar kok izinnya,” kata dia.

Kemal mengapresiasi kegiatan sosial dilakukan oleh komunitas BIAP. Dia mengingat betul pesan mantan Bupati Lombok Barat, Lalu Mudjitahid bahwa ada keswadayaan dan kegotongroyongan yang hilang di masyarakat. Pengembangan budaya literasi ini sangat bagus bahkan ditawarkan tidak saja di Taman Sangkareang. Taman Udayana dan taman lainnya dipersilakan dimanfaatkan.

Baca juga:  Inspirasi Wujudkan Indonesia Gemar Membaca, Gubernur NTB Canangkan Gerakan Cinta Membaca

Perwakilan Komunitas BIAP, Dee mengaku, ada miskomunikasi antar rekannya yang piket dengan Satgas. Saran untuk mengajukan izin akan ditindaklanjuti, agar gerakan literasi mereka tetap berjalan. “Sekarang sudah selesai. Kemarin cuma miskomunikasi saja,” tandasnya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Sirtupillaili sempat menyesalkan tindakan Satgas menghentikan gerakan literasi oleh komunitas BIAP tersebut. “Tindakan itu sama dengan upaya membunuh semangat masyarakat menumbuhkan minat baca. Di mana budaya literasi dan minat baca masih rendah,” kata Sir. (cem)