Operator Sampah Protes Belum Terima Gaji

Ilustrasi operator sampah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah operator pengangkut sampah di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, ramai – ramai protes ke Kantor Walikota Mataram, Senin, 18 Maret 2019. Mereka protes karena belum menerima gaji dari bulan Februari hingga Maret.

Operator roda tiga dari sembilan lingkungan ini, awalnya ingin bertemu dengan Wakil Walikota Mataram, H.Mohan Roliskana. Keinginan mereka terhalang dan diarahkan menemui Asisten I Bidang Tata Praja Setda Kota Mataram, Lalu Martawang. Martawang sempat memediasi dan memberikan pemahaman agar penyelesaian dilakukan dengan cara musyawarah mufakat.

Operator kendaraan roda tiga Lingkungan Karang Baru Selatan, Ervan mengaku, sudah dua bulan belum menerima gaji. Mereka sempat bertanya ke kelurahan tapi tidak ada kejelasan. Sementara, lingkungan lainnya menerima tepat waktu. “Mulai Februari sampai sekarang kita belum terima gaji,” protes Ervan.

Baca juga:  Pemkot Wacanakan Bangun TPA Sendiri

Diakui, masyarakat ada saja memberikan secara sukarela sebagai ucapan terima kasih. Nilainya tidak tentu dan terkadang hanya cukup untuk membeli bahan bakar saja. “Ada yang kasi Rp5.000 sampai Rp10.000,” sebutnya.

Mesti belum menerima gaji, ia bersama delapam operator lainnya tetap rutin menjalankan tugas. Sebab dikhawatirkan sampah semakin menumpuk dan diprotes warga.

Ditambahkan Ervan, profesi sebagai pengangkutan sampah dimulai sejak tahun 1997 lalu. Saat itu kenangnya, fasilitas masih terbatas. Tetapi gaji diperoleh tidak pernah terlambat. “Kami diminta menyelesaikan permasalahan ini di kecamatan,” tandasnya.

Baca juga:  Mulai Membusuk, Tumpukan Sampah Sejumlah TPS di Kota Mataram Dikeluhkan Warga

Camat Selaparang, Sudirman menjelaskan, pembayaran gaji operator tidak lagi di kecamatan. Pemkot Mataram menyerahkan sepenuhnya ke kelurahan untuk pembayaran honor pekasih, kaling dan operator sampah. Terhadap protes operator sampah di Kelurahan Karang Baru, telah diklarifikasi.

Kata dia, pembayaran gaji sedang proses pengajuan. Dan, dipastikan dalam waktu dekat ini sudah diserahkan. “Saya tanya langsung lurahnya semua dalam proses pengajuan,” tandasnya.

Keterlambatan pembayaran gaji operator hanya dialami di Kelurahan Karang Baru saja. Sedangkan, kelurahan lainnya tidak ada masalah. Menurut Sudirman, ini semua bergantung dari kecepatan kelurahan mengurus administrasi. (cem)