Ongkos Naik Haji Ditetapkan Rp38,4 Juta

JCH Kota Mataram berkumpul mengikuti pembukaan penyelenggaran manasik haji di Pendopo Walikota Mataram, Jumat, 15 Maret 2019. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Agama telah menetapkan ongkos naik haji (ONH) bagi jemaah calon haji (JCH) sebesar Rp38.454.504. Proses pelunasan dimulai 19 Maret hingga 5 April.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Burhanul Islam menyampaikan, penetapan ONH tahun ini telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama melalui keputusan presiden sebesar Rp38.454.504. Ada kenaikan sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu dari ONH tahun sebelumnya.

“Tadi malam diumumkan penetapan ONH oleh Kementerian Agama,” kata Kepala Kemenag usai pembukaan manasik haji di Pendopo Walikota, Jumat, 15 Maret 2019. Di tahap pertama, JCH memiliki waktu selama dua pekan melakukan pelunasan. Selanjutnya, bagi jemaah yang tidak masuk sistem, penggabungan maupun lansia dapat melunasi di tahap kedua.

Kepala Kemenag menyebutkan, keseluruhan JCH Kota Mataram tahun ini 771 orang. Estimasinya yakni 121 jemaah dari Kecamatan Ampenan, 73 jemaah dari Kecamatan Cakranegara, 185 jemaah berasal dari Kecamatan Mataram, Kecamatan Sandubaya 74 jemaah, 157 jemaah dari Kecamatan Sekarbela dan 130 jemaah dari Selaparang.

Sampai saat ini, 626 JCH telah menyelesaikan paspor dan 146 jemaah masih tahap proses. “Sisanya kita upayakan segera buat paspor per kelompok untuk mengurus ke Imigrasi,” katanya.

Ditambahkan Burhanul, proses mendapatkan visa calon jemaah haji berbeda dari tahun sebelumnya. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap jemaah baik haji dan umroh untuk melakukan perekaman biometrik. Tidak diketahui tujuan maupun alasannya. Tetapi calon jemaah haji yang sebelumnya telah menunaikan haji akan dikenakan biaya perekaman sekitar 2.000 real atau sekitar Rp6,5 juta kurs rupiah Rp3.250.

Kebijakan pemondokan bagi JCH di tanah suci Mekkah akan lebih teratur. Pemerintah Arab Saudi mengelompokkan berdasarkan negara asal. Ini akan memudahkan proses pengawasan oleh petugas medis. “Jadi yang dari Indonesia mempunyai pemondokan sendiri,” jelasnya.

Sebelum pemberangkatan, JCH mendapatkan pelatihan manasik haji gratis dari Pemerintah Kota Mataram. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, pelatihan manasik haji salah satu program pemerintah untuk membekali JCH sebelum menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Pemerintah menginginkan ada perbedaan JCH asal Kota Mataram dengan daerah lain di NTB. Segala perlengkapan dipersiapkan dan ditanggung oleh pemerintah.

“Mulai dari sandal hingga topi kita siapkan gratis. Jadi jemaah tidak perlu repot – repot,” demikian kata Walikota. (cem)