Papan Reklame Penunggak Pajak Belum Dipotong

Papan reklame di Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Ketegasan Pemkot Mataram, dalah hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dipertanyakan. Ratusan penunggak pajak reklame di 2018 hingga kini belum ditertibkan alias dipotong.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H.M. Kemal Islam berdalih, belum ditertibkannya reklame penunggak pajak dikarenakan fokus penanganan bencana gempa bumi pada Juli 2018 lalu. Sehingga, wajar tidak dilakukan penertiban.

“Dulu itu kan kita fokus menangani bencana,” kata Kemal ditemui pekan kemarin. Saat ini, belum dilihat progres realisasi termasuk target pajak reklame. Penetapan target pajak reklame kata Kemal, adalah Badan Keuangan Daerah (BKD). Catatan ratusan penunggak pajak di satu tahun terakhir berdasarkan pantauannya, tidak berlanjut. Artinya, pengusaha reklame tidak lagi melanjutkan usaha itu. Hal ini dibuktikan dari papan reklame mati atau tidak berisi.

“Cuma sekarang dari BKD harus bersurat menyatakan bahwa reklame itu tidak produktif. Dan, kita akan potong nanti,” ucapnya.

Penertiban terhadap penunggak pajak reklame, Dinas Perkim bergantung dari BKD. Biasanya penertiban reklame dibahas dalam rapat bersama Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan BKD. “Jujur untuk saat ini kita masih konsen penanganan bencana ini,” tandasnya.

Terkait penertiban, pihaknya akan melihat apakah ada ketersediaan anggaran di Badan Keuangan Daerah. Sebab, PJU dan reklame sudah jadi kewenangan BKD. “Kalau saya kan hanya masuk tim saja,” demikian kata Kemal. (cem)