Penertiban PKL di “Gerbang Tembolak” Terbentur Lahan

Seorang PKL sedang melayani pembeli di sekitar Gerbang Tembolak, jalan lingkar selatan, Kota Mataram, Minggu. Pemkot akan menertibkan mereka setelah lahan untuk relokasi diperoleh. (Suara NTB/mhj)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram sudah melakukan pertemuan dengan pihak Provinsi membahas penertiban PKL di Gerbang Tembolak di Jalan Lingkar Selatan menuju Bandara Internasional Lombok (BIL). Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin mengatakan pihaknya mengadakan pertemuan dengan pemerintah Provinsi pada beberapa hari yang lalu.

‘’Kendala kita pada lahan untuk relokasi PKL,’’ katanya. Dikatakan, manakala melakukan penertiban terhadap KL, maka pemkot juga harus siap dengan lahan untuk relokasi PKL. Tidak bisa penertiban dilakukan tanpa solusi.

 “Ada yang bahasakan bahwa itu akan dilakukan penertiban. Sebenarnya tidak seperti itu, kita ingin menata bahasanya. Hanya saja kita masih terbentur lahan sampai hari ini, belum bisa kita menempatkan sesuai dengan harapan kita,” ujar H. Amran M. Amin kepada Suara NTB, Jumat, 15 Februari 2019.

Keberadaan pedagang kaki lima dan Gerbang Tembolak, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk melakukan selfie di tengah jalan, dinilai itu sangat membahayakan dan mengganggu arus lalu lintas.

“Kita tidak ingin lagi diperparah dengan keberadaan PKL kita yang kemudian tidak tertata secara baik. Jadi kedepannya memang harapan kita, nanti pemerintah itu bisa menyediakan space (ruang), tempat, ruangan yang kemudian kita bisa menata mereka,” harap Amran.

Untuk menata PKL dengan cara mendata berapa banyak pedagang kaki lima yang jualan, dengan tujuannya agar para PKL tidak terlihat menjamur terus-menerus.

“Kita data hari ini berapa banyaknya, kemudian besok akan menjamur terus-menerus seperti itu. Jadi kita kedepannya akan bersama-sama untuk memberikan suatu tanda, kartu tanda KTA seperti itu yang kita harapkan bisa kita akomodir masyarakat setempat,” jelasnya.

Sesuai harapan masyarakat yang menginginkan kepada pemerintah, agar dibuatkan lapak di lahan sekitar Gerbang Tembolak. Tentu menjadi bahan pertimbangan, karena penataan yang awalnya untuk menghindari terjadinya ganguan lalu lintas. Pasalnya, jalan menuju Bandara Internasional Lombok merupakan jalur yang tidak bisa terhambat.

“Justru kita mau menata itu supaya tidak mengganggu, jadi mungkin kita akan melihat lagi tempat yang sangat memadai,” ungkap Amran. (mhj)