Hati-hati, Parkir Sembarangan Denda Rp250.000

Petugas Dinas Perhubungan menempelkan stiker peringatan pada kendaraan dinas di Jalan Pejanggik yang parkir di sembarang tempat, Senin, 4 Februari 2019. (Suara NTB/ist)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Para pengendara di Kota Mataram mulai sekarang harus mentaati rambu – rambu lalu lintas. Jika tidak, pengendara yang parkir sembarang akan dikenakan denda Rp250 ribu sekali tilang.

Jika pengemudi meninggalkan kendaraannya, mobil akan ditempelkan stiker peringatan. Penertiban parkir mulai diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Mataram bersama Kepolisian dan TNI, Senin, 4 Februari 2019. Sebanyak 30 kendaraan ditempelkan stiker peringatan. Satu mobil dan tiga sepeda motor ditilang.

“Kita sebelumnya sudah sosialisasikan  parkir di jalan. Terutama larangan parkir,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Drs. M. Saleh ditemui usai penertiban. Petugas tidak saja menertibkan kendaraan umum, dua kendaraan dinas (randis) milik Pemprov NTB juga ditilang.

Saleh menegaskan, penindakan itu sebagai bentuk peringatan bagi pengendara. Ke depan, petugas akan lebih tegas dengan menggembok kendaraan. Sanksi gembok kendaraan terlebih dahulu disiapkan standar operasional prosedur (SOP).  Selain menggembok, kendaraan juga akan diangkut menggunakan mobil derek.

“Mobil derek kita belum punya. Ke depan, kita gembok dulu,” tambahnya. Penertiban parkir difokuskan di Jalan Langko, Pejanggik, Sriwijaya, Airlangga, Majapahit dan kawasan di sekitar Cakranegara.

Selain kendaraan tambah Saleh, juru parkir juga jadi sasaran. Dia meminta jukir yang tak mentaati aturan akan ditahan. “Saya minta kalau jukir juga nakal ditahan satu – dua hari. Ini jadi efek jera,” tandasnya.

Penertiban kendaraan parkir sembarangan dilakukan berkala.

Pihaknya akan merancang perjanjian kerjasama dengan Polres Mataram. Jika memungkinkan Dishub turun dan memberi penindakan. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.