Kota Mataram Siaga Bencana

Seorang warga Lingkungan Bugis , Kelurahan Bintaro Jaya melihat deburan ombak di Pantai Ampenan, Rabu, 23 Januari 2019. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram kembali mengingatkan masyarakat terutama  nelayan di Ampenan, agar waspada terhadap gelombang setinggi lima hingga enam meter. Pemkot Mataram saat ini siaga bencana selama 24 jam hingga 29 Januari mendatang.

Imbauan disampaikan Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, setelah menerima informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mulai tanggal 23 hingga 29 Januari atau tujuh hari kedepan, berpotensi terjadi hujat lebat, angin kencang dan gelombang setinggi lima hingga enam meter.

“Masyarakat kita imbau agar mengantipasi angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Martawang di ruang kerjanya, Kamis, 24 Januari 2019. Gelombang tinggi diprediksi akan terjadi di Selat Bali, Selat Lombok dan Selat Alas. Oleh karena itu, nelayan diminta waspada.

Martawang menambahkan, situasi kebencanaan saat ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus pada posisi siaga. Personel dan peralatan disiagakan 24 jam mewaspadai cuaca ekstrem saat ini. “Semua OPD baik itu Perkim, PUPR, BPBD, Kesbangpol, Satpol  PP dan Dinas Sosial harus siaga,” tandasnya.

Terhadap kerusakan rumah akibat puting beliung telah ditangani oleh BPBD. Petugas memberikan bantuan seng dan terpal ke korban. Kepala BPBD Dedi Supriadi menambahkan, dalam tujuh hari ke depan masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem. Diprediksi masih akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Khusus nelayan di Ampenan diminta lebih waspada terhadap gelombang pasang. “Kita waspada sampai 29 Januari,” tandasnya.

Personel BPBD selama 24 jam memantau kondisi di lapangan. Terhadap kerusakan rumah akibat puting beliung, Dedi mengaku, masih menginventarisir. Termasuk menghitung estimasi kerugian dialami warga. “Kita masih menunggu data dari kelurahan,” demikian kata dia. (cem)