Puting Beliung Sapu Atap Rumah Warga Pejeruk

Ketua RT 03 Lingkungan Pejeruk Abian, Burhanuddin menunjukan atap rumah milik warganya yang rusak diterjang angin puting beliung, Rabu, 23 Januari 2019. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Belum hilang kepedihan dirasakan oleh masyarakat pascagempa bulan Juli 2018 lalu, kini masyarakat di Kota Mataram kembali dilanda musibah. Sedikitnya empat rumah warga rusak di Lingkungan Pejeruk Abian, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, empat belas pohon tumbang serta papan reklame roboh. Dan, sejumlah sekolah dikabarkan rusak.

Angin puting beliung disertai hujan lebat terjadi sekitar pukul 23.30 Wita, Selasa, 22 Januari 2019.

Ernawati, pemilik rumah terkejut mendengar suara gemuruh di atas rumahnya. Ia mengira terjadi gempa, dan berlari ke luar rumah. Tak berselang lama, ibu tiga orang anak ini melihat atap rumahnya diterbangkan oleh angin.

“Atap rumah saya terbang ke rumah sebelah,” tutur Erna sambil menunjuk atap rumahnya yang menyangkut di atap rumah tetangganya, Rabu, 23 Januari 2019.

Erna bersama suami dan ketiga anaknya menyelamatkan diri ke rumah tetangga. Rumah yang telah ditempati puluhan tahun tak lagi bisa digunakan. Mirisnya, tutur Erna, kedua anaknya tak bisa sekolah karena perlengkapan sekolahnya basah.

Baca juga:  Daerah Rawan Bencana, NTB Harus Punya Mitigasi Bencana yang Baik

“Anak saya yang kembar terpaksa libur. Tas, buku dan sepatunya basah semua,” ucapnya. Irwan mengalami hal serupa. Empat kamar kos miliknya rusak parah.

Atap yang terbuat dari baja ringan diterbangkan oleh angin. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. “Ini bangunan baru. Kalau saya hitung ada sekitar Rp30 juta kerugian,” sebutnya.

Barang – barang anak kosnya terpaksa dipindah. Irwan  bersyukur tidak ada korban jiwa. Rata – rata penghuni kos pulang ke rumahnya untuk persiapan praktik kerja lapangan.

Ketua RT 03 Lingkungan Pejeruk Abian Burhanuddin menuturkan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 23.30 Wita. Masyarakat kaget ketika mendengar suara gemuruh.

“Semua kaget. Saya pikir suara apa itu,” tuturnya. Tercatat ada empat rumah yang rusak. Burhan bersyukur tidak ada korban jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Kurnia Mulyadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan baik rumah, sekolah serta fasilitas lainnya akibat puting beliung.

Baca juga:  Ratusan Miliar Dana Bencana Mengendap Jadi Catatan BPKP

“Ini sedang kita data dulu,” katanya. Petugas BPBD tetap siaga mengantisipasi bencana. Termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

Kepala Dinas Sosial Dra. Hj. Baiq Asnayati menyampaikan, Taruna Siaga Bencana telah diterjukan mengindentifikasi kerusakan serta kebutuhan masyarakat. Pihaknya segera mendistribusikan bantuan logistik ke korban.

“Sudah saya perintahkan petugas cek dan mendata apa yang dibutuhkan korban,” ucapnya.

Tidak hanya rumah dan sekolah yang rusak. Belasan pohon juga tumbang di sejumlah titik di Kota Mataram. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H.M. Kemal Islam menyebutkan, data diterima ada sembilan ranting pohon patah pada malam hari.

“Jadi bukan roboh. Cuman rantingnya saja yang patah,” jawab Kemal. Petugas sudah diturunkan untuk membersihkan pohon yang menutupi badan jalan. (cem)