Janji Damai Warga Monjok-Karang Taliwang

0
111

Mataram (Suara NTB) – Warga Lingkungan Monjok Culik, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang dan Lingkungan Karang Taliwang, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara sepakat membubuhkan tanda tangan dalam lembar perjanjian damai.

Mereka berjanji tak berkonflik lagi. Tak lagi saling memprovokasi. Menyatakan diri sebagai saudara terdekat. Mereka sepakat bermusyawarah, serta siap diproses hukum apabila melanggar perjanjian.

Kesepakatan damai itu diinisiasi warga masing-masing lingkungan. Selain itu, senjata tajam dan pistol rakitan, berikut anak panah juga diserahkan kepada polisi untuk diamankan.

Perjanjian itu dilaksanakan di Gedung Sasana Dharma Mapolda NTB, Senin, 29 Januari 2018, disaksikan Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli; Danlanal Mataram, Kolonel Mar Djentayu Suprihandoko; Danlanud Rembiga, Kolonel Pnb Dodi Fernando, serta Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana.

Lingkungan Monjok Culik, diwakili 12 orang diantaranya H. Bawazir, Nizar Hamdi, Mali Irpan, Prof Tahjudin dan H. Marsono. Sementara Lingkungan Karang Taliwang diwakili H Hasbullah, Ashari Maaruf, Hasi’in, H Ahmad Yani, serta Buniamin.

Firli mengungkapkan, konflik sosial yang mendera dua daerah di ibukota NTB itu masuk salah satu atensi. Dia mengaku gembira masyarakat yang mengusulkan perdamaian.

“Kesepakatan ini kehendak masyarakat. Saya hanya fasilitasi. Setelah ini akan ada pendekatan kemanusiaan. Warga Monjok nanti pengajian di Karang Taliwang. Minggu selanjutnya demikian juga sebaliknya,” jelasnya.

Dia menegaskan, konflik sosial yang berlarut akan menghambat pembangunan. Benang merahnya pada jaminan rasa aman para pelaku usaha.

“Kita harus akhiri. Pembangunan tidak akan meningkat kalau keamanan terganggu. Saya jadikan ini perhatian khusus. Warga harus saling mendukung tidak ada lagi yang ingin memprovokasi,” kata Firli.

Sementara Mohan melihat kesepakatan damai tersebut adalah wujud kesungguhan masing-masing pihak yang bertikai. Dia menyambut baik dan mewanti-wanti hal serupa tak kembali terjadi.

  Sembilan Gedung Baru UIN Mataram Diresmikan

“Perjanjian damai ini berangkat dari semangat sukarela, semangat persaudaraan. Kami melihat kesungguhan, karena mereka sudah jenuh betul dengan kondisi yang tidak nyaman selama ini,” paparnya.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad menyebutkan, kesepakatan damai itu juga dirangkai dengan penyerahan senjata dari masing-masing pihak.

Dari warga Karang Taliwang antara lain, 23 senjata gas tabung, 49 ketapel, 571 anak panah, pedang, pisau, tombak, 31 butir kelereng, busur panah, tujuh tameng, dan tulup.

Sementara dari warga Monjok Culik, diantaranya 77 senjata gas tabung, 25 ketapel, 309 anak panah, 154 butir peluru kelereng, pompa angin, dan pipa plastik material senapan.

Muhammad mengatakan, personel masih disiagakan di perbatasan sampai nanti ditarik secara perlahan. Petugas gabungan juga disiapkan di posko terpadu yang sudah dibangun di perbatasan dua lingkungan. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here