Rumah Bernyanyi di Mataram akan Ditertibkan

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana meminta Satpol PP menertibkan rumah bernyanyi yang terindikasi menyiapkan wanita penghibur. Termasuk spa diduga tak memiliki izin.

“Ini sepenuhnya ranah dan fungsi Pol PP,” tegas Mohan dikonfirmasi, Senin, 10 Desember 2018.

Pol PP diberikan kewenangan untuk melakukan penertiban sepanjang apa dilakukan oleh pemilik rumah bernyanyi maupun spa bertentangan dengan aturan.

Wawali tak ingin aktivitas rumah bernyanyi maupun spa memiliki dampak bagi Pemkot Mataram. “Saya tidak mau ada ekses dari itu. Pol PP harus bekerja menyelesaikan persoalan itu,” tandasnya.

Laporan diterima oleh Mohan, bisnis spa yang berizin di Kota Mataram baru beberapa. Selebihnya tak mengantongi izin alias ilegal. Oleh karena itu, tulisan spa di plank tidak boleh dipasang jika tidak memiliki izin.

Persyaratan membuka bisnis spa sudah jelas. Di antaranya, memiliki dokter spesialis dan perlengkapan lainnya. “Jangan ada tulisan spa – spa gitu. Dan, juga tidak boleh ada praktiknya,” tegasnya.

Mohan juga meminta Pol PP menertibkan bisnis spa ilegal. Terkait dengan minimnya anggaran dan kendaraan operasional dimiliki Pol PP, Mohan meminta aparat penegak Perda ini bersabar. Secara perlahan Pemkot Mataram akan sarana dan prasarananya. Tetapi dari sisi jumlah personel dirasa telah cukup jika dilihat dari luas wilayah.

“Kita juga ada rasionalisasi anggaran. Kita minta bersabar dululah,” pintanya.

Bayu Pancapati, Kasat Pol PP Kota Mataram menegaskan, siap menertibkan spa maupun rumah bernyanyi terindikasi menyiapkan wanita penghibur bahkan menjadi tempat praktik esek – esek. Pol PP tidak mau dikatakan setengah – setengah bekerja.

“Ada yang bilang kami setengah hati. Saya segera akan turun tertibkan,” tegasnya. (cem)