Hari Pertama Tes CPNS, Hanya 17 Pelamar Lulus

Pelamar CPNS di Kota Mataram, diperiksa oleh petugas kepolisian menggunakan metal detektor sebelum masuk ruang tes, Kamis, 8 November 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 17 pelamar CPNS di Kota Mataram, memenuhi passing grade (ambang batas) pada hari pertama tes, Rabu, 7 November 2018. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Taufik Priyono menyebutkan, di hari pertama pelaksanaan tes hanya ada satu sesi. Tes kompetensi dasar seharusnya diikuti oleh 460 peserta. Namun 17 pelamar tidak hadir dan didiskualifikasi.

“Tes pertama hari Rabu. Kita dapat satu sesi saja. 17 orang tidak hadir,” sebutnya, Kamis, 8 November 2018. Hasil seleksi kompetensi dasar berbeda dari kabupaten lainnya. Sebanyak 17 pelamar memenuhi passing grade.

Yoyok, sapaan akrabnya menambahkan, hasil tes di hari kedua belum bisa disampaikan. Rekap nilainya dikeluarkan oleh petugas Badan Kepegawaian Negara (BKN) selesai tes. “Ini sesi pertama hari kedua. Kita tunggu rekapnya dari petugas BKN,” ujarnya.

Baca juga:  Kejaksaan Buka Lowongan 5.203 CPNS dan Jaksa

Agar memenuhi passing grade, pelamar harus memenuhi standar nilai tes kepribadian (TK) 143, tes intelegensi umum (TIU) 80 dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 75.

Khusus pelamar cumlaude, tambah Asisten III Baiq Evi Ganevia, bobot nilai tes

intelegensi umum 85. Sedangkan, skor pelamar disabilitas dan kategori dua 265. “Standar nilai TIU disabilitas 70. Kalau K2 60,” sebut Evi.

Pelamar dinyatakan memenuhi passing grade harus mengikuti tes kompetensi bidang (TKB). Tiga pelamar dengan satu formasi yang memenuhi passing grade akan dites kembali. Nantinya satu dari tiga pelamar diambil. “Mereka dites lagi. Bisa saja ndak lulus di TKB,” ucapnya.

Baca juga:  Ini, Rincian 414 Formasi CPNS 2019 Pemprov NTB

Nasib tak beruntung dialami pelamar pasangan suami istri Suwandira dan Eka Wahyu Ningsih. Mereka tak memenuhi passing grade. Suwandira tidak lulus di TIU, sedangkan istrinya di dua bidang yakni TIU dan TWK. “Ya, sabar saja,” ucapnya.

Dira mengaku, soal dikerjakan tak satupun mirip dengan apa yang telah dipelajari di buku maupun aplikasi soal CPNS di handphonenya. Ini jadi pembelajaran bagi dirinya untuk semakin giat belajar. “Ini jadi pembelajaran. Mungkin kita jarang ingat sama yang di atas (Sang Pencipta),” ucapnya.

Nasib serupa juga dialami M. Rosidi. Dia hanya tampak sedih setelah keluar dari ruangan tes. Pasalnya, nilai diperoleh kurang dua poin di tes kepribadian. “Cuma kurang dua poin,” sebutnya sambil menahan tangisnya. (cem)