Jika Dirumahkan, PTT Tuntut Pesangon

Ilustrasi

Mataram (Suara NTB) – Pegawai Tidak Tetap di Lingkup Pemkot Mataram, terkejut dengan kebijakan rasionalisasi. Bila terealisasi, mereka menuntut pesangon. PTT Bagian Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram, Odink tak mempermasalahkan adanya pengurangan pegawai.

Meskipun, kebijakan tersebut jadi ancaman karena ratusan tenaga PTT kehilangan pekerjaan. Paling tidak harus dipikirkan pesangon bilamana kebijakan merumahkan itu terealisasi.

“Supaya ada modal sekian bulan sambil cari kerjaan lain,” kata Odink, Rabu, 7 November 2018. Pengangkatannya sebagai PTT sebelumnya di Dinas Kebersihan (sekarang Dinas Lingkungan Hidup). Surat keputusan pengangkatan telah dikembalikan ke Bagian Humas dan Protokoler.

Baca juga:  Ribuan Guru Tidak Tetap SMA/SMK Pemprov NTB akan Diangkat Jadi P3K

Odink juga tak mempersoalkan adanya asesmen pegawai. Juga, harus dipikirkan kesejahteraan PTT.  Dia mengaku, PTT banyak mengeluhkan gaji tak sebanding dengan masa kerja dan kinerja. Kesejahteraan tak naik – naik. Sedangkan, biaya hidup mahal.

“Gaji saya sama OB hanya beda Rp 100 ribu. Yang lama dan baru kerja gajinya sama,” ucapnya. Dia membandingkan gaji diperoleh temannya di Bandung. Perbulan mendapat gaji Rp3,6 juta.

PTT lainnya, Wawan justru mempertanyakan apakah pengurangan dan asesmen berpengaruh ke kesejahteraan mereka. Pasalnya, gaji didapatkan jauh dari kata layak. “Mana cukup kalau segitu,” ucapnya.

Baca juga:  Ini, Rincian 414 Formasi CPNS 2019 Pemprov NTB

Wawan memulai kariernya sejak 2011 lalu. Jika dirumahkan harus ada pesangon diberikan ke karyawan. Masa pengabdian cukup lama kemudian diberhentikan begitu saja tak mudah mencari pekerjaan di luar. Pengurangan nantinya diharapkan berdampak positif bagi PTT. Artinya, gaji mereka bisa naik.

Kebijakan mengurangi pegawai non PNS didukung oleh Rahman. Tetapi dengan catatan gaji PTT yang dipecat itu dialokasikan kembali untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. “Ndak apa – apa dikurangi. Asal gaji yang dipecat itu untuk tambah naikan gaji kita,” jawabnya. (cem)